Kutsel, baliwakenews.com
Sejumlah Tokoh Kuta Selatan (Kutsel) mendukung wacana pembangunan jalan tembus dari pintu tol Nusa Dua menuju Lingkungan Sawangan dan Desa Kutuh, Kutsel. Bahkan mereka berharap hal ini bisa segera direalisasikan agar kemacaten yang kerap terjadi di Simpang Siligita Selatan.
Seperri yang diungkapkan I Wayan Luwir serta Wayan Suwendra dihubungi secara terpisah.
Luwir Wiana yang juga Anggota DPRD Badung ini menegaskan, kalau dirinya mendukung penuh agar jalan tembus ini segera dibangun. Hal ini mempertimbangkan kemacetan di simpamg Siligita semakin parah dan terjadi hampir setiap sore. “Satu-satunya cara mengatasi kamacetan dengan membangun jalan akternatif,” tegas Politisi PDIP tersebut.
Terlebih kawasan Kuta Selatan terus berkembang sehingga perlu dukungan infrastruktur secara masif. Jika tidak dikhawatirkannya Kuta Selatan akan dikepung kemacetan yang berdampak.pada citra buruk pariwisata Badung dan Bali.
Dari informasi yang didapatnya Pemkab Badung melalui Bupati Adi Arnawa sudah sempat menyinggung rencana tersebut. Karenya dia selaku Fraksi PDIP di DPRD Badung sangat mendukung rencana tersebut secepatmya direalisasikan.
“Saya dapat informasi Pak Bupati sudah sempat menyinggung hal ini, saya selaku anggota Dewan tentu mendukung agar hal ini bisa segera terealisasi,” tegas Tokoh Peminge, Kutsel tersebut.
Usulan pembangunan lanjutan jalan Tol Selatan menuju Sawangan dan Kutuh juga datang dari Tokoh Kutsel lainnya, Wayan Suwendra. Bahkan dia menyebut kalau Badung sudaj masuk dalam katagori darurat jalan.
Hal ini dikarenakan pertumbuhan kendaraan tidak diimbangi dengan Pertumbuhan Jalan sehingga jawabannya pasti kemacetan. Terlebih lagi Pertumbuhan investasi di wilayah Badung selatan semakin semarak. Khususnya Investasi di sektor akomodasi.
“Kalau ini tidak segera di tangani akan berdampak pada kemacetan dimana-mana,” tegas Tokoh Banjar Sawangan tersebut Hal ini tentu akan berdampak juga pada citra Pariwisata.
“Salah satu solusi adalah segera dibangun Jalan Conneting antara Pintu Tol selatan dengan terusan tol menuju kawasan Sawangan dan Kutuh atau Jalur Lingkar Selatan,” ucapnya.
Terkait biaya yang dibutuhkan tidak sedikit, Suwendra menegaskan, menyadari Investasi pemerintah Badung tentu tidak kecil. Karena membutuhkan pembebasan lahan diperkirakan menelan biaya sekitar 1 Triliun.
“Pandangan saya pasti mampu. Kalau tidak ada “Fresh Money* , mungkin melalui skim Loan, di BPD Bali,” ujarnya.
Terlebih Badung terkatagori pemegang Saham Mayoritas. Semoga apa yang menjadi pandangan saya ini bisa di pertimbangan , dan terealisasi di tahun 2026,” pungkasnya. BWN-04
































