Mangupura, baliwakenews.com
Malam itu, Senin 8 Desember 2025, Simpang Perumahan Taman Griya di By Pass I Gusti Ngurah Rai, Jimbaran, tampak lengang. Lampu jalan memantul di aspal basah ketika seorang perempuan muda mengendarai motor Honda Vario pelan menuju timur. Namanya WF, 26 tahun, berasal dari Banyuwangi. Ia sedang mengandung kabar yang kemudian membuat semua orang di lokasi terdiam lebih lama dari biasanya.
Di depannya, sebuah truk crane besar melaju stabil. WF mencoba menyalip dari sisi kiri. Hanya hitungan detik: gesekan kecil di roda belakang truk, keseimbangan hilang, tubuh dan motor ambruk tepat di jalur roda raksasa itu. Suara rem, teriakan warga, dan lalu lintas yang mendadak berhenti.
WF meninggal di tempat. Sang sopir, FG, 21 tahun, hanya mampu memegangi kepala dan terduduk di tengah jalan, tak percaya apa yang baru terjadi.
Polisi datang melakukan olah TKP, garis kuning membentang, dan lampu rotator memecah gelap malam. Jenazah WF dibawa ke RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah. Di sana, keluarga yang baru tiba dari Banyuwangi menangis tanpa suara. Mereka memutuskan memulangkan WF ke kampung halaman untuk pemakaman.
“Keluarga menyampaikan korban sedang mengandung,” kata Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol Yusuf Dwi Admodjo.
Di simpang itu, arus kendaraan kembali bergerak. Hanya bekas gesekan ban dan setangkai bunga kecil yang diletakkan warga, mengingatkan bahwa satu malam sunyi telah merenggut dua nyawa sekaligus. BWN-01

































