Dinding Penahan Tanah Longsor di Denpasar, Beberapa Orang Terkubur Hidup-hidup

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Bencana tanah longsor terjadi di Jalan Kendedes Gang I, Banjar Petangan Gede, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara. Peristiwa ambrolnya dinding penahan tanah itu, menyebabkan delapan orang tertimbun dan beberapa diantaranya terkubur hidup-hidup.

Peristiwa tersebut dilaporkan pada Senin (20/1) pagi. Dan menyebabkan kerusakan pada lima rumah warga, dengan dua kamar tertimbun material longsor.

Menurut informasi di lokasi, delapan orang menjadi korban akibat bencana ini. “Total ada delapan korban yang terdata dalam kejadian ini,” kata seorang saksi di tempat kejadian.

Peristiwa ini segera dilaporkan kepada pihak terkait, yang langsung mengerahkan tim tanggap darurat ke lokasi. Tim gabungan dari BPBD Kota Denpasar, Basarnas Bali, Dinas Sosial, PMI, dan aparat kepolisian bekerja sama dengan warga setempat untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan tanah dan bangunan.

Baca Juga:  Pemerintah kabupaten Badung Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Hingga berita ini ditulis, tiga korban berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup, yaitu Frengki, Nado, dan Rohim. Namun, satu korban, Didik, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara itu, empat korban lainnya, yakni Sarif (50), Kesono (55), Dwi (25), dan Wito (50), masih belum ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan dengan bantuan alat berat untuk mempercepat evakuasi.

Baca Juga:  Terhimpit Ekonomi, Kepergok Mencuri, IRT Menangis Dikunci di Ruangan

Longsor diduga terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Denpasar selama beberapa hari terakhir. Tekanan air yang besar membuat dinding penahan tanah tidak mampu bertahan, sehingga mengakibatkan longsoran yang merusak pemukiman di bawahnya.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menjelaskan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab utama insiden ini. “Kami masih fokus pada proses evakuasi korban. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah semua prosedur selesai,” ujarnya.

Evakuasi korban yang masih tertimbun menghadapi kendala, seperti tebalnya material longsoran yang menyulitkan akses. Tim penyelamat harus bekerja hati-hati untuk menghindari risiko tambahan bagi korban yang kemungkinan masih hidup.

Baca Juga:  Gara-gara Arak, Virgo Sabet Rekannya Pakai Sangkur

Sementara itu, Dinas Sosial dan PMI telah mendirikan posko darurat di sekitar lokasi bencana. Bantuan berupa makanan, selimut, dan obat-obatan mulai disalurkan kepada warga yang terdampak. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban para korban di tengah situasi yang sulit. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan PDAM Badung Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR