Tak Lagi Identik dengan Razia, Satpol PP Buleleng Ajak Warga Ikut Bertugas Lewat Program “SABA POL PP”

Iklan Home Page

Singaraja, Baliwakenews.com

Citra Satpol PP yang selama ini kerap dianggap identik dengan razia, penertiban, dan tindakan tegas coba diubah oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng. Melalui inovasi baru bertajuk “SABA POL PP” (Satu Hari Bersama Satpol PP), masyarakat kini diberi kesempatan merasakan langsung bagaimana tugas aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) bekerja di lapangan.

Program yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 ini menjadi langkah progresif Satpol PP Buleleng dalam membangun hubungan yang lebih dekat, terbuka, dan humanis dengan masyarakat.

Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono, mengatakan inovasi tersebut lahir sebagai respons atas masih kuatnya stigma negatif yang melekat terhadap institusinya.

Baca Juga:  Buleleng Sepakat Naikkan UMK di Tahun 2024

Menurutnya, sebagian masyarakat masih memandang Satpol PP sebagai aparat yang kaku, galak, dan lebih mengedepankan penindakan dibanding pendekatan persuasif.

“Melalui program SABA POL PP, masyarakat diajak melihat langsung bagaimana proses kerja kami di lapangan. Harapannya, kepatuhan terhadap aturan tumbuh dari kesadaran dan komitmen bersama, bukan semata karena takut terhadap sanksi,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Berbeda dengan pendekatan konvensional, peserta program nantinya akan mengikuti berbagai aktivitas Satpol PP, mulai dari edukasi aturan daerah, pengawasan ketertiban umum, hingga melihat langsung pola komunikasi persuasif yang selama ini diterapkan petugas saat berinteraksi dengan masyarakat.

Baca Juga:  Jelang Tahun Politik, Badan Kesbangpol Buleleng Tingkatkan Pemantauan Politik di Kecamatan

Peluncuran program ini juga sengaja dikaitkan dengan semangat Bulan Bung Karno sebagai bentuk implementasi ajaran Trisakti, khususnya nilai Berkepribadian dalam Kebudayaan.

Nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno tersebut diterjemahkan dalam model penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada kewenangan, tetapi juga menjunjung tinggi kemanusiaan, dialog, gotong royong, dan penghormatan terhadap budaya lokal.

Program SABA POL PP menyasar berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, anggota Satlinmas desa dan kelurahan, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga pelajar dan mahasiswa.

Langkah ini dinilai sebagai transformasi besar dalam pola penegakan Perda di Kabupaten Buleleng. Jika selama ini pendekatan lebih banyak bertumpu pada kekuatan kewenangan, kini Satpol PP mulai mengedepankan pembangunan hubungan dan kepercayaan publik.

Baca Juga:  Tangani Stroke: Pemulihan Dimulai dari Menit Pertama

Melalui inovasi tersebut, Satpol PP Buleleng berharap mampu menghapus sekat antara aparat dan masyarakat sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga ketertiban daerah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.

Dengan pendekatan yang lebih terbuka dan humanis, wajah baru Satpol PP di Gumi Denbukit kini hadir bukan sekadar sebagai penegak aturan, melainkan juga mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan harmonis. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR