Kutsel, baliwakenews.com
Desa Adat Pecatu berharap Dinas Teknis di Pemkab Badung melakukan kajian menyikapi mencuatnya vidio tebing retak di Puta Uluwatu. Hal ini guna memberi kepastian akan Kondisi tebing Pura yang berlokasi di ujung Selatan Badung tersebut. Harapan Itu disampaikan Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta dikonfirmasi akan mencuatjya vidio di media sosial yang menampilkakn adanya keretakan di tebing Pura Uluwatu, Selasa 5 Spetember 2023.
Sumerta tidak mengjkiri memang kembali beredar foto atau vidio tebing Uluwatu yang retak. Posisi retak tersbeuy berada di bawah mandala Utama Pura Luhur Uluwatu. Namun Sumerta menduga kalau vidio tersebut adalah vidio lama yang kembali muncul. Meski demikian dia mengharapkan agar pihak terkait melakukan kajian teknis untuk memastikan hal tersebut. “Saya berharap pihak terkait segera melakukan kajian teknis agar bisa diketahui secara pasti kondisi yang sebenarnya,” ujar Anggota DPRD Badung tersebut.
Hasil dari kajian yang dilakukan oleh pihak yang berkompeten inilah yang nantinya akan menjawab seperti apa kenyataan yang ada sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran atau kesimpasiuran di masyarakat yang hendak tangkil melalukan persembahyangan. “Bagaimana pun juga ini angap saja sebagai masukan yang perlu dicari kebernaranya, agar tidak meminculkan kekhawatiran di Masyarakat,” ucapnya sembari menambahkaj jika nantinya hasil kajian menemukan memang terjadi keretakan tentu akan bisa diambil langkah-langkah antisiapsi lanjuta.
“Seperti mungkin perlunya pengurangan lagi jumlah pemedek yang melakukan persembahyangan di utama mandala. Selama ini kan kami sudah melakukan pengurangan jumlah pemedek yang tangkil di Utama Mandala hanya boleh maksimal 50 orang. Kalau dipandang harus dikurangi lagi tentu akan kami lakukan,” tegasnya.
Sebab selain pemedek kawasan Luar Pura Uluwatu yang merupakan DTW juga banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. “Jadi Sebagai daerah pariwosata keamanan dan kenyamanan tentu juga harus menjadi perhatian. Dengan adanya kajian yang komprehensif diharapkan nantinya bisa ditetapkan langkah-langkah yang akan diambil untuk memproteksi tebing yang ada tanpa mengurangi estetika alam yang ada saat ini.
Kalau memang hasil kajian mengaruskan dilakukan pembuatan pondasi untuk memperkuat keberadaan tebing, tentu harus memperhatikan estetika yang ada,” pungola Sumerta. BWN-04

































