Mangupura, baliwakenews.com
Kabar duka menyelimuti Pemerintah Kabupaten Badung, kali ini di jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung. Kepala Pelaksana (Kalasksa) BPBD Badung, Bagus Nyoman Wiranata meninggal dunia, Selasa (1/6). Kepergian Kalaksa Bagus Wiranata didiagnosa karena serangan jantung.
Informasi meninggalnya Kalaksa BPBD Badung dikabarkan awal oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara di grup whatsapp Badung Siaga Bencana, Selasa (2/6) malam pukul 21.37 Wita. Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (2/6), Suryanegara mengatakan, ia pertama kali mendapat informasi tersebut dari anak buahnya yang kebetulan merupakan keponakan dari almarhum Kalaksa Bagus Wiranata.
“Menurut informasi dari keponakannya, meninggal sekitar jam 6 sore. Sempat dilarikan ke rumah sakit. Sebelum itu, katanya sempat jatuh naik sepeda,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa mengaku telah menerima informasi meninggalnya Kalaksa BPBD Badung. Namun, pihaknya tidak berkomentar banyak lantaran belum mengetahui secara pasti kronologi meninggalnya Kalaksa BPBD Badung itu.
“Kami turut berbelasungkawa atas kepergian Bapak Bagus Nyoman Wiranata. Saat ini saya masih menunggu, karena saya masih belum tahu bagaimana pasti kejadiannya, biar tidak salah informasi,”ujarnya.
Sebelum meninggal almarhum sempat olahraga bersepeda lantaran mengaku tidak enak badan. Nah usai bersepeda, almarhum langsung mengeluhkan sakit pada bagian dada kiri, sehingga harus di rujuk ke Rumah Saki Surya Usada Denpasar.
Adik ipar almarhum yakni, Ni Putu Yunita Oktarini saat ditemui di rumah duka di Banjar Negari Lingkungan, Lingkungan Uma Anyar Kaja, Sading, Mengwi mengakui hal tersebut. Pihaknya mengaku usai bersepeda almarhum pulang dan sempat mengobrol bersama temannya.
Setelah itu, almarhum langsung ngeluhkan sakit di dada dan langsung di rujuk ke Rumah sakit. Sayangnya sampai di rumah sakit almarhum tidak sadarkan diri, hingga nyawanya tidak dapat tertolong.
“Setelah dipompa, kakinya juga sempat ditepuk-tepuk ternyata tidak bisa tertolong. Karna beliau memang punya riwayat jantung. Ya, mungkin sudah jalannya beliau seperti itu,” katanya.
Istri dari Gus Bota itu itu menyebut, almarhum dikenal sebagai sosok yang tidak banyak bicara dan polos oleh keluarga. Seakan kepergiannya kini tidak pernah mau menyusahkan orang lain
Kendati demikian, pihak keluarga sudah mengikhlaskan. Bahkan jenazah almarhum akan di Pelebon pada Sabtu 5 Juni 2021. Selain itu jenazah akan dimandikan sehari sebelum Pelebon yakni Jumat 4 Juni 2021.
“Nanti sabtu niki pelebonnya, jadi jenazah almarhum akan dimandikan sehari sebelum pelebon,” ungkapnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, saat dinyatakan meninggal, pihak keluarga bersama prajuru di banjar juga ikut rembug mencari hari baik untuk almarhum. Setelah mencari hari baik di pastikan almarhum di pelebon.
“Kemarin jenazahnya langsung di bawa pulang. Setelah itu rapat keluarga dan diputuskan untuk di pelebon,” tungkasnya. BWN-05

































