Mangupura, Baliwakenews.com – Bermain di pantai bukan sekadar menikmati ombak dan keindahan laut. Bagi anak-anak dan remaja, memahami karakter pantai justru menjadi bekal penting untuk mencegah kecelakaan saat berada di kawasan wisata bahari.
Kesadaran tersebut kini menjadi perhatian Lifeguard Badung. Untuk menekan risiko kecelakaan di pantai, khususnya yang melibatkan anak-anak dan remaja, Lifeguard Badung mulai memperluas edukasi keselamatan hingga ke lingkungan sekolah.
Setelah sukses menggelar pelatihan penyelamatan di laut menggunakan Jet Ski dan Perahu Karet, Lifeguard Badung kini gencar melakukan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut diawali dengan menyasar siswa SMP dan SMA se-Kuta Selatan.
Pembinaan dan edukasi yang rencananya dilaksanakan di SMAN 1 Kuta Selatan, Desa Kutuh, tersebut akan berlangsung selama dua hari.
Dikonfirmasi terkait rencana tersebut, Kepala UPTD Penyelamatan Wisatawan (Lifeguard) Kecamatan Kuta, Wayan Somer, membenarkan kegiatan tersebut.
Menurut Somer, kegiatan ini telah mendapat persetujuan dan dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Badung.
Meski memiliki keterbatasan, pihaknya tidak akan pernah surut melakukan berbagai terobosan dan inovasi. Tujuannya tidak lain untuk menekan sekecil mungkin peluang terjadinya kecelakaan di pantai maupun laut.
Karena itu, berbagai peningkatan dilakukan, baik ke dalam maupun ke luar. Untuk internal, pihaknya terus mengasah skill, fisik dan kemampuan anggota melalui berbagai pelatihan.
Salah satunya melalui pelatihan Jet Ski dan Rubber Boat yang digelar belum lama ini di Kuta dan Uluwatu. Selain mengasah keterampilan, medan ekstrem di Uluwatu juga dinilai dapat melatih mental anggota dalam melakukan penyelamatan pada situasi yang rawan atau membahayakan.
Di sisi lain, Lifeguard Badung juga rutin memberikan pemahaman dan edukasi kepada para pengunjung pantai, terutama terkait arus dan gelombang tinggi. Upaya tersebut kini diperluas dengan menyasar lingkungan sekolah.
Pada bulan Oktober ini, Lifeguard Badung akan menggelar pembinaan dan edukasi kepada para siswa SMP dan SMA se-Kuta Selatan. Langkah ini dinilai penting agar para siswa memahami bahaya serta hal-hal yang harus diperhatikan ketika berada di pantai.
Terlebih, berdasarkan survei, sebagian korban yang terseret arus merupakan anak-anak dan remaja. Kondisi ini membuat kelompok usia tersebut menjadi salah satu sasaran penting dalam upaya pencegahan kecelakaan di kawasan pantai.
“Dengan melibatkan para siswa sekolah ini, nantinya pemahaman tentang bahaya dan hal-hal tentang pantai bisa meningkat di kalangan remaja sehingga kami harapkan kecelakaan di pantai bisa diminimalisir,” ujar Lifeguard asal Pecatu tersebut, Rabu (2/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya diberikan pemahaman mengenai keselamatan, tetapi juga diperkenalkan lebih jauh dengan lingkungan pantai.
Materi yang akan diberikan pemateri dari Lifeguard Badung meliputi pengenalan pantai, alasan pantai penting, ekosistem pantai, masalah sampah di pantai, dampak sampah plastik di pantai dan lainnya.
Program edukasi tersebut rencananya dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menyasar para siswa di kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Badung.
Melalui edukasi sejak bangku sekolah, Lifeguard Badung berharap generasi muda tidak hanya menjadi wisatawan yang menikmati pantai, tetapi juga mampu mengenali risiko, menjaga lingkungan dan memahami langkah keselamatan ketika berada di laut. BWN-04
































