Mangupura, baliwakenews.com
Tokoh Sawangan menegur Pimpro dan Mandor Proyek yang ada di kawasan tersebut. Pasalnya sebagian besar dan bahkan hampir 100 persen pekerja proyek yang dipekerjakan enggan melapor diri mereka ke lingkungan setempat. “Saat kami turun memberikan imbauan sekaligus melakukan pengecekan hampir 100 persen pekerja tidak ada yang lapor diri,” ungkap
Kaling Sawangan, Wayan Jabut dihubungi, Rabu (26/2/2025). Jabut memapwrkan, mengungkapkan, pihaknya bersama Linmas, Pecalang dan prajuru banjar turun memberikan imbauan sekaligus mengajak penduduk pendatang untuk ikut serta menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan, kebersihan lingkungan.
“Kami sudah minta pimpinan proyek (Pimpro) dan mandor untuk mengumpulkan identitas pekerja yang diajaknya untuk dipakai sebagai data pihaknya di lingkungan,” paparnya sembari menyayangkan sikap para pekerja yang cuek dan tidak melapor.
Terkait alasan mereka tidak melapor, Jabut mengungkapkan alasanya banyak. “Ada yang pura-pura tidak tahu, ada yang nenganggap tidak wajib dan ada juga yanf berfikir cuma tinggal sementara,” ucapnya.
Meski begitu, Kata Jabut, pihaknya bersyukur karena sampai saat ini kondisi di lingkungannya masih relatif aman dan kondusif. “Tapi kita tetap harus hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.
Dia juga berharap kepada pemerintah agar sistim administrasi yang mengatur penduduk pendatang diberikan keleluasaan kepada lembaga adat dalam mengatur regulasi internal. “Tujuanya supaya penduduk pendatang dapat diwajibkan untuk memegang tanda identitas krama tamiu atau tamiu sebagai tanda mereka sudah melapor dan terdata di desa adat atau banjar,” jelasnya sembari mengungkapkan kalau imbauan dan teguran lisan sudah beberapa kali lakukan, dan mereka diberikan batas waktu paling lambat besok siang (Kamis) agar semua data sudah harus terkumpul. BWN-04.

































