Rencana Tambah Saham Tol, DPRD Badung Tunggu Kajian

Iklan Home Page

Mangupura, Baliwakenews.com


Rencana Pemerintah Kabupaten Badung memperbesar kepemilikan saham pada pengelola Tol Bali Mandara mendapat perhatian DPRD Badung. Dewan menyambut positif peluang investasi tersebut, namun meminta pemerintah daerah tidak terburu-buru mengambil keputusan sebelum memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi investasi dan manfaatnya bagi masyarakat.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti mengatakan, pihaknya hingga kini belum memperoleh data terperinci mengenai kabar yang menyebut investasi pada jalan tol tersebut belum memberikan keuntungan. Karena itu, DPRD akan terlebih dahulu memastikan kondisi sebenarnya sebelum memberikan pandangan kepada pemerintah daerah.

“Kalau dibilang merugi, jujur saya belum mendapatkan data itu. Nanti kita lihat dulu, apakah memang betul faktanya seperti itu,” ujar Anom Gumanti, Jumat (14/8).

Menurut Anom, investasi pemerintah daerah pada dasarnya dapat menjadi instrumen untuk memperkuat pendapatan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang. Badung sendiri pernah merasakan manfaat dari investasi daerah, salah satunya melalui penerimaan dividen dari Bank BPD Bali yang dapat mendukung pembiayaan program pemerintah.

Baca Juga:  Terbitkan Aturan Perlakuan Perpajakan Dalam Kerja Sama Operasi, Begini Hapan Pemerintah

Namun, ia menegaskan keputusan investasi tidak semata-mata didasarkan pada besarnya potensi keuntungan. Pemerintah juga harus mengukur hasil, risiko, serta alasan apabila investasi tersebut belum memberikan return yang optimal.

“Investasi itu penting, tetapi outcome dari investasi itu apa, itu penting juga. Kalau memang merugi, meruginya karena apa? Apakah karena tidak adanya konsumen? Saya lihat tol itu berjalan. Atau apakah manajemennya tidak profesional? Itu kita lihat dulu,” tegasnya.

Rencana tersebut menjadi perhatian karena Pemkab Badung menyiapkan anggaran sekitar Rp85 miliar untuk menambah kepemilikan saham hingga total porsi Badung diproyeksikan mencapai sekitar 15 persen. Besaran investasi itu nantinya tetap harus melalui pembahasan bersama DPRD.

Anom mengatakan, pertimbangan dewan tidak hanya berkutat pada kalkulasi untung dan rugi. Aspek pelayanan publik dan manfaat strategis Tol Bali Mandara bagi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan.

Keberadaan jalan tol yang menghubungkan kawasan Nusa Dua, Bandara I Gusti Ngurah Rai dan wilayah Denpasar, menurutnya, telah memberikan manfaat terhadap mobilitas masyarakat sekaligus membantu mengurangi tekanan lalu lintas di sejumlah jalur utama.

Baca Juga:  Simakrama dengan Krama Bali, Wayan Koster Selalu Menunjukkan Kerendahan Hati

“Kita tidak bisa melihat dari untung rugi saja, tetapi juga partisipasi sosial pemerintah terhadap masyarakatnya. Kalau memang itu dibutuhkan dan menjadi sarana vital bagi masyarakat, ya kenapa enggak?” katanya.

Terkait wacana mempercepat penambahan kepemilikan saham, Anom menyebut DPRD masih perlu berkoordinasi dan membahasnya bersama anggota dewan. Keputusan akhir, menurutnya, harus didasarkan pada kajian yang mampu menunjukkan manfaat dan risiko investasi secara objektif.

Secara pribadi, Anom tidak menutup kemungkinan investasi tersebut segera direalisasikan apabila hasil kajian menunjukkan manfaat yang kuat bagi Badung.

“Kita pertimbangkan dulu. Kalau masalah percepat atau seperti apa, nanti kita bicarakan dulu dengan teman-teman. Tapi, kalau pendapat saya pribadi, kalau investasi ya menurut saya segera dilakukan, karena manfaatnya sudah jelas bagi masyarakat Badung,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengungkapkan Pemkab Badung tengah melihat peluang untuk meningkatkan kepemilikan saham pada perusahaan pengelola Tol Bali Mandara. Peluang tersebut muncul seiring kebijakan pemerintah pusat terkait penataan kepemilikan saham sejumlah pihak yang dinilai tidak lagi memiliki kepentingan utama dalam bisnis jalan tol.

Baca Juga:  Wabup. Bagus Alit Sucipta Serahkan Bantuan Sosial Bencana Kebakaran di Kapal

Menurut Adi Arnawa, kondisi itu dapat menjadi momentum bagi Badung untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham. Selain memperkuat posisi daerah dalam investasi infrastruktur, langkah tersebut juga diarahkan sebagai bagian dari diversifikasi sumber pendapatan daerah.

“Ini peluang buat kita untuk menambah saham di Jasa Marga Tol ini,” kata Adi Arnawa seusai mengikuti rapat bersama DPRD Badung, Kamis (13/8).

Pemkab Badung juga melihat investasi tersebut memiliki kaitan dengan rencana pengembangan konektivitas wilayah. Pemerintah daerah berharap jaringan Tol Bali Mandara yang saat ini melayani kawasan Nusa Dua dapat dikembangkan hingga Sawangan. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR