Cemagi, baliwakenews.com
Mensosialisasikan program – program yang dirancang, pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Badung, I Wayan Suyasa dan I Putu Alit Yandinata (Suyadinata) menemui relawan Suyadinata Cemagi, di rumah salah seorang Relawan, I Putu Gede Suyanta, di Banjar Bale Agung, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Kamis 10 Oktober 2024. Kedatangan paslon Suyadinata disambut antusias dengan pekikan ‘Suyadinata, nomor urut 1 pasti menang’.
Ketua Relawan Suyadinata Cemagi, I Putu Gede Suyanta, mengatakan malam itu (Kamis 10 Oktober 2024, red) pihaknya tidak saja mengumpulkan relawan Cemagi, namun juga relawan Munggu dan Pererenan untuk mengobarkan semangat para relawan memperjuangkan Paslon Suyadinata. “Kami relawan Cemagi, Munggu dan Pererenan siap berjuang untuk memenangkan Suyadinata,” pekik Suyanta disambut gemuruh relawan lainnya yag menyatakan ‘sanggup untuk memenangkan Paslon Suyadinata’.
Dukungan tersebut, sambung Suyanta, bukan hanya untuk dirinya pribandi, namun ia yakin dengan komitmen Paslon Suyadinata terhadap masyarakat Bandung. “Yang utam,a saat menjadi bupati dan wakil bupati adalah komitmen bagaimana bisa mensejahterakan masyarakat Badung yang adil dan merata,” tandasnya.
Ketua tim pemenangan Paslon Suyadinata, Agung Bagus Tri Candra Arka menyampaikan harapan terhadap para relawan untuk bersama memperjuangkan Suyadinata. “Sebagai ketua tim pemenangan saya mengucapkan terima kasih kepada relawan Desa Cemagi, terutama kepada ketua tim relawan sudah siap berjuang bersama Suyadinata. Kami titip diri,” ujarnya.
Dikatakan untuk wilayah Mengwi pihaknya memperdiksi kemenangan masih 50 : 50. Untuk wewidangan (wilayah,red) Cemagi pemilih berkisar 103.000 diangka ini jika saudara semua berjuang atau karet mungkin Munggu cenge lagi yang kita jaga selama ini menjadi momentum kebangkitan Mengwi menyuarakan perjuangan Suyadinata. “Suryadinata berkoalisi dengan rakyat, saya garansi itu! Saya jamin dan garansi, dihadapan saudara semuanya komitmen seorang pemimpin yang berkoalisi dengan rakyat, tidak tebang pilih, tidak melihat warna dengan program Rp 1 miliar untuk setiap Banjar Adat mencerminkan bahwa tidak membedakan warna,” ucap Gung Arka menandaskan.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Anggota DPRD dari Partai Gerindra, Ida Bagus Gede Putra Manuaba, yang menyampaikan harapan agar masyarakat terutama desa Cemagi, Tumbak Bayuh dan Munggu untuk sama-sama berjuang demi masyarakat Badung. “Karena dengan program Rp1 Miliar untuk Banjar dan Rp 2 miliar untuk Desa Adat akan sangat bermanfaat meringankan beban masyarakat dibidang adat. Apalagi ada santunan kematian, tidak perlu berpikir masalah biaya lagi. Ini perlu relawan lebih gencar mengedukasi dan menginformasikan program-program yang sangat baik ini kepada masyarakat, sehingga mereka lebih memahami dna tahun pemimpin mana yang harus dipilih,” ucapnya.
Calon Bupati Badung nomor urut 1, I Wayan Suyasa pada kesempatan tersbuet pemerkenalkan diri kepada semua relawan. “Saya Suyasa memperkenalkan diri, karena tidak kenal maka tidak sayang. Saya dari Kecamatan Mengwi dan ini wakil saya, Alit Yandinata dari Abiansemal. Saya mengapresiasi bapak Suyanta dan para relawan di Wewidangan Cemagi sudah diberi kesempatan untuk mensosialisasikan diri sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati kabupaten Badung dengan nomor urut 1,” ucap Suyasa, sambung mengatakan pihaknya blusukan ke rumah relawan karena baginya small is beautiful ( kecil itu indah semoga yang kecil ini akan memberi arti yang baik.
Suyasa memberikan keempatan kepada Wakilnya Alit Yandinata untuk memaparkan program yang telah dirancag unutk menjadinkan Badung lebih bahagia, sejahtera, dan merata.
Calon Wakil Bupati Badung nomor urut 1, Alit Yandinata memulai pemaparannya dengan ucapan terimakasih kepada para relawan. Ia berharap relawan lebih memahami program yang diusung paslon Suyadinata sehingga bisa menyampaikan kepada masyarakat dengan lebih baik dan dapat dipahami.
“Tentu relawan dari Suryadinata ini harus pasih terhadap produk (program,red) dari Suyadinata, seperti program-program Rp1 miliar untuk Banjar, kemudian Rp 2 miliar untuk desa adat dan juga santunan kematianbantuan kepada Subak, ada juga pembagian daging babi setiap Hari Raya Galungan,” tuturnya.
Dikatakan semua program yang dirancang Suyadinata punya kajian akademis, program yang dirancang berbasis Banjar dan Desa adat, menunjukkan keberpihakan dari program ini menyentuh langsung kepada masyarakat adat. “Program ini nanti bisa dibuatkan peraturan Bupati dan Suyadinata tidak mengajak masyarakat untuk bermimpi karena program yang ditawarkan Suyadinata tidak banyak menghabiskan uang. Hanya Rp1 triliun, ketika kita berbicara pajak hotel dan restoran itu kisaran Rp7,5 sampai Rp 8 triliun,” pungkasnya. BWN-03

































