Denpasar, baliwakenews.com
Munculnya varian baru Covid-19 yang disebut dengan omicron, menimbulkan keresahan di masyarakat. Meski Pemerintah Provinsi Bali, menyatakan belum ditemukan kasus omicron di Bali.
Menanggapi keresahan masyarakat, Rektor Universitas Warmadewa, Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., mengimbau agar masyarakat Bali tidak terlalu khawatir. Pasalnya varian baru ini tidak terlalu berbahaya.
Prof. Widjana memaparkan omicron memiliki sifat transmisi (penularan) cepat sekali. Namun tidak membahayakan. “Jadi masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, ” tandas Prof. Widjana disela-sela jumpa pers jelang Wisuda ke 68 di Denpasar.
Dampak dari omicron ini lebih ringan dibandingkan varian lain, dengan kata lain tidak mematikan. Bahkan kebanyakan orang yang terpapar tanpa gejala atau hanya seperti sakit pilek biasa.
Apalagi, masyarakat Bali sudah tuntas mengikuti vaksinasi, dan kini sudah dimulai vaksinasi tahap III atau booster. “Mereka yang terpapar varian omicron, saya lihat tidak ada yang sampai masuk rumah sakit . Karena seperti flu biasa,” ucapnya.
Oleh sebab itu ia menghimbau masyarakat untuk tidak panik dengan munculnya varian ini. Yang penting selalu menerapkan protokol kesehatan dengan tertib.
“Kalau ada masyarakat yang belum vaksinasi booster, silahkan ke sini ke Warmadewa. Tanggal 2 – 5 Februari aka nada vaksinasi booster,” pungkasnya.BWN-HB































