Kutsel, baliwakenews.com
Rapat Koordiansi (Rakor) membuas Utilitas digelar Kamis (21/3/2024). Hadir dalam ini pihak Apjatel dan perwakilan PLN serta PDAM Badung serta tokoh masyarakay Kutsel. Dalam Rakor yang dipimpin Kasi Trantib Kutsel Kadek Agus Alit Juwita didampingi Wakapolsel Kutse ini muncul berbagai usulan dan keluhan tentang penanganan masalah utilitas yang perlu ditingkatkan.
Bahkan Alit mengancam jika dalam sepekan laporan masalah kabel atau tiang provider tidak direspon akan dilakukan tindakan tegas yakni memotong kabel yang membahayakan masyarakat ini. Keluhan akan penanganan kabel semrawut ini diungkapkan Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta.
Menurut Dewan Badung ini kondisi utilitas saat ini memang boleh dibilang agak amburadul dengan banyaknya kabel bergelantungan. Selain itu penanganan ketika ada laporan juga harus ditingkatkan ke depannya. “Penanganan atau respon terhadap keluhan warga masih harus ditingkatkan,” tegasnya.
Sementara Alit Juwita mengungkapkan ada berbagai keluhan yang disampaikan sejumlah tokoh yang hadir dalam pertemuan ini. Seperti laberl semrawut, tiang provider yang banyak bermunculan tanpa koordianasi serta respon pemilik utilitas yang dinilai masih lamban dalam merespon keluhan warga.
Dicontohkannya ketika terjadi kabel putus ataupun tiang yang roboh. Karenanya dia menegaskan akan mengambil langkah tegas dengan memotong kabel provider yang mengganggu kenyamanan warga jika dalam sepekan laporan tidak direspon. “Mohon maaf jika dalam waktu seminggu kami laporkan tidak ada respon dari pemilik provider dan utilitasnya sangat mengganggu kenyamanan warga maka terpaksa akan kami putus,” ujarnya.
Selain itu dia juga menyayangkan pemasangan tiang-tiang provider yang sangat menjamur tanpa ada koordinasi ke pihaknya. “Ini sepeti dongeng membangun candi dalam semalam, tiba-tiba sudah banyak tiang yang terpasang tanpa ada koordinasi,” sodoknya sembari menegaskan agar penanganan ke depan lebih cepat.
“Kecamatan sudah sering melakukan itu (laporan dengan foto) respon mereka agak lambat. Kalau seminggu tidak ada penanganan akan kami eksekusi. Mereka manggut manggut,” akunya.
Untuk merapikan kabel semrawut yang dikeluhkan, dalam waktu dekat juga Provider mengusulkan setiap desa melakukan pendataan. “Kabel jatuh yang sangat menganggu harus segera ditapis. Jangan lama seperti tiang di Goa Gong biasanya penanganan lebih dari seminggu,” akunya, Sementara perwakilan pihak PLN dalam kesempatan tersbeut mengusulkan agar kabel peovider jangan mendompleng dengan tiang PLN.
“Kami akan segera bersurat, ke desa adan kelurahan terkait rencana perapian kabel ini. Memang dalam seminggu ini ada sampai 15 laporan kabel jatuh karena cuaca ekstrem,” pungkasnya. BWN-04

































