Mangupura, baliwakenews.com
Konsistensi PT Bali Bangkit Media dalam berkontribusi bagi masyarakat Badung kembali mendapat apresiasi Pemerintah Kabupaten Badung. Perusahaan yang menaungi media online baliwakenews.com ini kembali menerima penghargaan dari Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Kabupaten Badung, Kamis (11/12/2025).
Sejak didirikan lima tahun lalu, PT Bali Bangkit Media rutin menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat. Atas komitmen tersebut, perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Badung ini kembali masuk daftar penerima penghargaan TJSP bersama sejumlah perusahaan lainnya.
Direktur PT Bali Bangkit Media, Komang Purnama Sari, menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Pemkab Badung.“Meski kontribusi kami kecil dan tidak sebesar perusahaan lainnya, pemerintah tetap menghargai upaya kami. Kami akan tetap konsisten menyalurkan CSR karena ini bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun Badung,” ujarnya. Ia menambahkan, penghargaan ini merupakan kali ketiga diterima perusahaannya.
Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa, dalam sambutannya mengapresiasi perusahaan-perusahaan di Badung yang telah menjalankan tanggung jawab sosial secara berkelanjutan. Menurutnya, peran TJSP sangat membantu pemerintah dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan daerah.
Bupati Arnawa berharap ke depan TJSP tidak hanya berfokus pada kegiatan pemberdayaan, tetapi juga dapat mewujudkan proyek-proyek monumental yang memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Saya ingin ke depan ada kegiatan TJSP yang benar-benar monumental, sehingga membentuk budaya gotong royong yang berkelanjutan. Badung memiliki banyak kegiatan berskala nasional, dan kontribusi seperti ini sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Arnawa juga menyinggung evaluasi pemerintah daerah terkait penanganan banjir yang terjadi belakangan ini. Ia menegaskan sejumlah langkah sudah disiapkan, mulai dari normalisasi aliran sungai hingga penertiban bangunan yang melanggar aturan. Menurutnya, sedimentasi dan kurangnya pemeliharaan sungai menjadi salah satu faktor yang menurunkan daya tampung air hingga menyebabkan banjir.
“Kami sudah punya langkah, salah satunya normalisasi sumber air karena sedimentasi mengurangi daya tampung sungai. Ditambah adanya bangunan yang tidak sesuai ketentuan, ini memperburuk aliran air,” ujar Bupati Arnawa. BWN-05





























