Denpasar, baliwakenews.com
Sektor pertanian dewasa ini menjadi sektor yang ditinggalkan oleh generasi muda, karena terkesan kotor dan dianggap tidak mampu memberikan kesejahteraan bagi pelakunya. Namun dengan Program Ketahanan Pangan yang dicanangkan pemerintahan Prabowo – Gibran membawa angin segar bagai sektor pertanian, yang diharapkan mampu membawa kesejahteraan bagi para petani.
Dekan Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si, ditemui diruang kerjangan FPST Unwar, menyampaikan apresiasi terha dapprogram ketahanan pangan pemerintahan Prabowo – Gibran, yang diharapkan mampu menjadi tonggak kebangkitan pertanian di Indonesia. “Saya berharap pemerintah benar-benar memberikan perhatian kepada sektor pertanian. Mulai dari memberikan pelatihan untuk peningkatan SDM, juga penyediaan infrastruktur pertanian dan keberpihakan pada hasil riset yang dapat diimplementasikan langsung oleh para petani,” ujarnya.
Dikatakan ketahanan pangan harus segera diwujudkan, namun melihat kondisi sekarang ini banyak hal yang harus dilakukan diantaranya produktivitas pangan harus ditingkatkan, kemudian diversifikasi pangan juga harus dilakukan supaya tidak tergantung pada beras saja. Jadi harus ada bahan-bahan pengganti lainnya. Kemudian infrastruktur alat-alat pertanian harus dilengkapi atau ditingkatkan karena perkembangan zaman dan kebutuhan yang semakin meningkat. Selain itu inovasi- inovasi yang mesti harus dilakukan sehingga akan menghasilkan kemandirian pangan disinkronkan dengan riset dari akademisi.
“Kemandirian pangan itu artinya bahwa kita tidak lagi tergantung pada pangan dari impor. Untuk itu keberadaan pangan yang diproduksi oleh negara sendiri harus bisa mencukupi kebutuhan pangan yang ada di Indonesia, sehingga jumlah impor bisa ditekan atau bahkan ditiadakan sehingga kesejahteraan masyarakat harapannya akan semakin meningkat,” ujarnya.
Berkaca dari pertanian di Thailand dukungan pemerintah untuk sektor pertanian sangat besar sehingga pertanian di negara tersebut bisa maju. “Kembali pada kebijakan dan suporting pemerintah di sektor pertanian untuk bisa maju seperti Thailand, pemerintah terutama harus menyiapkan pasar dan stabilitas harga dari produk-produk pertanian sehingga petani itu bisa mendapatkan benefit atau infect yang baik bagi apa yang mereka kerjakan. Kemudian memberikan hasil yang maksimal dan memberikan keuntungan, karena selama ini ada tendensi bahwa pekerjaan pertanian itu tidak menguntungkan, kemudian selalu kotor sehingga era anak-anak gen Z atau milenial ini enggan untuk melakukan kegiatan pertanian. Karena sering kali dilihat pendahulunya bahwa bertani itu tidak menjanjikan keuntungan,” ungkapnya.
Sejalan dengan program ketahanan pangan dan target Indonesia menjadi lumbung pangan dunia, Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (FP Unwar) kini resmi berubah menjadi Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST). Perubahan nama ini dilakukan sebagai bentuk transformasi untuk menjawab tantangan kekinian di bidang pertanian. FPST Unwar ini mengadopsi kurikulum yang lebih relevan untuk kebutuhan era modern.
Lebih lanjut dikatakan perubahan nama ini didorong oleh modernisasi di sektor pertanian. Selama dua dekade terakhir, minat masyarakat terhadap bidang pertanian menurun drastis. Baik dalam hal mempelajari ilmu pertanian maupun profesi petani. Padahal, pertanian tetap menjadi sektor strategis yang menjamin kebutuhan primer manusia sepanjang masa, yaitu pangan. Sebab, selama manusia hidup makanan adalah kebutuhan yang tak tergantikan. Sementara makanan berasal dari pertanian.
Prof. Suriati mengungkapkan penambahan elemen sains dan teknologi dalam fakultas diharapkan mampu menjawab tantangan modernisasi. Dengan pemutakhiran kurikulum yang akan dilakukan mahasiswa akan dibekali ilmu yang relevan dengan perkembangan teknologi di bidang pertanian.
“Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya memahami pertanian konvensional, tetapi juga mampu mengadopsi teknologi untuk meningkatkan hasil panen dan efisiensi,” ujarnya.
Dikatakan, saat ini Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Unwar memiliki 4 program studi (prodi), yaitu Agroteknologi, Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Peternakan, serta Manajemen Sumber Daya Perairan. Dengan kurikulum yang disesuaikan, fakultas ini ingin mengubah pandangan masyarakat yang masih menganggap fakultas pertanian sebagai jurusan yang “kotor” dan “berlumpur.” Sebaliknya, mahasiswa akan diajarkan bagaimana mengoptimalkan hasil pertanian melalui pendekatan modern untuk mewujudkan ketahanan pangan yang ditargetkan pemerintah.BWN-03





























