Mangupura, baliwakenews.com
Aksi pengoplosan gas elpiji di wilayah hukum Polres Badung masih saja terjadi. Polisi menggerebek gudang yang dijadikan lokasi pengoplosan gas bersubsidi ke non subsidi.
Polisi menangkap pemilik gudang Anak Agung Gede Oka Astawa (50). Selain itu, sejumlah tabung gas disita dari lokasi penggerebekan di Perum Darmasaba, Banjar Peninjaoan, Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung, Senin (13/2).
Kapolres Badung AKBP Leo Dedi Defretes mengatakan, tersangka asal Sibang Gede, Abiansemal itu melakukan aksi pengoplosan di kebun. “Dia mengaku baru sebulan mengoplos. Dan diedarkan ke masyarakat. Yang dioplos gas subsidi dengan yang non subsidi,” bebernya, Jumat (17/2).
Di kebun samping gudang, tersangka dibantu anak buahnya memindahkan gas elpiji dengan menggunakan stik besi. “Kami amankan 11 stik besi. Masih didalami dalam sehari jumlah gas elpiji yang mereka oplos. Dia mengatakan tergantung pesanan,” kata Leo.
Dari tangan tersangka diamankan berbagai jenis tabung gas elpiji berbagai ukuran. “Sekitar 200 tabung gas berbagai ukuran kami amankan. Kasusnya masih didalami,” ungkap Leo.
Tersangka terbukti melakukan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan atau LPG yang disubsidi pemerintah. Dia disangkakan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja sebagaimana telah diganti dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. “Maksimal dengan hukuman penjara 6 tahun,” tegasnya. BWN-01





























