‘Planter’ Penghilang Jenuh Ditengah Pandemi Covid-19

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Saat harus berdiam diri di rumah akibat merebaknya Covid-19, banyak orang memilih menyibukkan diri mempercantik rumah dengan ‘ planter’. Tanaman hias dalam pot untuk menghias ruangan menjadi naik daun dan diburu penghobi juga masyarakat awam yang sekedar mengikuti tren.

Sarah, pemilik Pick Me Planter di Denpasar Selatan mengakatakan, peminat tanaman dalam ruangan semakin meningkat. “Untuk menghilangkan kejenuhan, karena gak boleh keluar rumah banyak orang menyalurkan hobi pada tanaman hias. Termasuk saya, yang baru mulai bisnis ‘planter’ ini sejak pandemi Covid-19,” tutur Sarah di Denpasar.

Dikatakan dengan sentuhan dunia desain, tanaman hias yang awalnya terlihat biasa saja dapat disulap menjadi beragam bentuk planter unik. Tidak hanya karena desain dan bentuknya, tetapi juga pengaruhnya bagi tampilan ruangan. “Kalau tanaman hias yang dijual petani, dalam polibag gak menarik. Tapi ketika dikemas dalam pot yang cantik dan unik, kemudian daunnya di lap sampai terlihat berkilat akan menarik minat konsumen,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Lakukan Vaksinasi Berbasis Banjar

Cara pengemasan tersebut diakui mampu mendongkrak harga jual tanaman hias hingga berkali-kali lipat. “Kalau tanaman dalam polibag kurang menarik. Tapi kalau tampilannya sudah cantik, harganya bisa didongkrak sehingga omzet jadi lebih besar,” ungkapnya.

Sarah menuturkan ia terjun ke bisnis planter memang berawal dari hobi, dan dampak Covid-19. “Saya memang dari kecil hobi tanaman, terus lihat teman yang di Batu, Malang jualan planter kok bagus-bagus. Akhirnya saya coba juga dan cari tanaman langsung ke petani terus saya packaging, supaya terlihat lebih cantik dan menarik,” paparnya.

Baca Juga:  Pemkab Badung Konsen Majukan UMKM Melalui Pemanfaatan Digitalisasi Usaha

Ternyata respon konsumen cukup bagus, sehingga bisnisnya terus berkembang. “Saya pasarkan lewat media sosial, dan konsumen juga lebih banyak membeli secara online. Barang langsung saya kirim dengan go-jek, sehingga konsumen tidak perlu datang,” ungkap Sarah.

Kepiawaiannya mengemas tanaman membuat produk yang dipasarkan diminati banyak orang termasuk konsumen dari luar Bali. Bisnis yang dirintis 1 Juni 2020 tersebut berjalan lancar. “Ini jadi booming banget karena orang diam di rumah, bosen akhirnya cari kesibukan ya dengan berkebun gitu. Terus kalau dulu mungkin orang jualan tanaman harus punya stan, kalau sekarang di rumah aja, online aja dengan kita ngambil fotonya dan tanaman tampilin cantik, pasti banyak yang tertarik,” ucapnya.

Baca Juga:  Pemkab Buleleng Bentuk Pusat Kendali Bencana Nataru di Posko Terpadu dMonumen Tri Yuda Sakti

Tanaman yang paling booming saat ini adalah jenis begonia dan mostera. “Tampilan yang cantik dan perawatan yang mudah, menjadi daya tariknya,” pungkas Saras.*BW-09

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR