Mangupura, baliwakenews.com
Motor dagangan biasanya menjadi kendaraan untuk membawa barang jualan. Namun, Senin (17/8), puluhan motor milik pedagang kaki lima (PKL) di Legian berubah menjadi media ekspresi Merah Putih. Sebanyak 32 PKL menghias motor dagangan mereka dengan beragam ornamen merah putih, kemudian berparade menyusuri kawasan Legian dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari depan Kantor Lurah Legian, iring-iringan motor bergerak menuju Jalan Prajanata, melintasi Jalan Dewi Sri, hingga berakhir di perempatan Jalan Melasti. Sepanjang perjalanan, kreativitas para pedagang menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan yang berada di sepanjang jalur parade.
Namun, parade tersebut tidak sekadar menjadi ajang memperingati kemerdekaan atau lomba menghias motor. Di balik kemeriahan itu, muncul pesan lain: PKL didorong mengambil peran lebih besar dalam menjaga kawasan wisata tempat mereka mencari nafkah.
Tokoh masyarakat Legian sekaligus anggota DPRD Badung, Wayan Puspa Negara, mengatakan PKL memiliki posisi strategis karena setiap hari beraktivitas dan berinteraksi langsung dengan masyarakat serta wisatawan.
Karena itu, keberadaan mereka diharapkan tidak hanya dipandang sebagai pelaku usaha, tetapi juga bagian dari lingkungan sosial kawasan Legian. “Para PKL kita mohonkan pula menjadi agen kebersihan umum, kemudian memberikan informasi jika ada kejadian, baik kerusakan infrastruktur maupun terkait keamanan,” ujar Puspa Negara, Selasa (18/8).
Menurutnya, pedagang yang berada di lapangan setiap hari dapat menjadi pihak pertama yang mengetahui berbagai persoalan di sekitar tempat mereka berjualan. Mulai dari persoalan kebersihan, kerusakan fasilitas umum hingga gangguan keamanan, informasi dari para pedagang dinilai dapat membantu mempercepat penanganan.
Kreativitas Berujung Apresiasi
Pesan mengenai peran PKL tersebut dikemas dalam kegiatan yang santai dan menarik. Parade Merah Putih sekaligus dijadikan perlombaan untuk mendorong peserta menampilkan kreativitas. Sebanyak 32 PKL ambil bagian. Motor-motor dagangan yang biasanya digunakan untuk menunjang aktivitas usaha disulap dengan berbagai ornamen bernuansa merah putih.
Dari seluruh peserta, panitia memberikan apresiasi kepada 10 PKL yang dinilai paling kreatif. Lima penghargaan masuk kategori utama, yakni Juara I, Juara II, Juara III, Juara Favorit dan Juara Unik. Para pemenang mendapatkan hadiah uang tunai.
Sementara lima peserta lainnya mendapat penghargaan sebagai pedagang kreatif dan inovatif yang masing-masing memperoleh goody bag. Apresiasi tersebut turut didukung Lurah Legian dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
Puspa Negara mengatakan, kreativitas yang ditampilkan para PKL menjadi bagian dari upaya membangun suasana kawasan yang hidup sekaligus memperkuat kebersamaan.
“Semangat kemerdekaan harus terus kita rawat bersama. Kreativitas masyarakat, termasuk para PKL Legian, merupakan bagian dari semangat gotong royong untuk menjaga suasana kawasan tetap aman, bersih, tertib dan nyaman serta menarik,” katanya.
Pedagang Ikut Menjaga Wajah Legian
Legian merupakan salah satu kawasan wisata yang setiap hari bersentuhan dengan aktivitas masyarakat dan wisatawan. Dalam kondisi tersebut, PKL memiliki interaksi langsung dengan lingkungan sekitar.
Karena itu, Puspa Negara berharap momentum parade tidak berhenti setelah ornamen Merah Putih dilepas dari motor.
Para pedagang diharapkan terus mengambil bagian dalam menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban kawasan.
Mereka juga didorong aktif menyampaikan informasi apabila menemukan persoalan di lapangan.
Dengan demikian, PKL tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas ekonomi, tetapi juga ikut menjaga wajah kawasan wisata yang menjadi tempat mereka bekerja.
Perayaan HUT ke-81 RI pun mendapat makna tambahan. Semangat Merah Putih tidak hanya ditampilkan melalui hiasan motor dan parade, tetapi diterjemahkan menjadi ajakan untuk ikut menjaga lingkungan bersama.
“Semangat merah putih kembali kita gaungkan dari Legian dengan cara yang sederhana namun menarik. Ini sekaligus menunjukkan bahwa para PKL juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam menciptakan suasana kawasan wisata yang semakin hidup,” imbuhnya. BWN-04

































