Jakarta, baliwakenews.com – Mengetahui sifat emosional pasangan, terutama kecenderungan temperamental, menjadi hal penting sebelum memasuki jenjang pernikahan. Pakar hubungan menilai, pengendalian emosi yang buruk dapat memicu konflik rumah tangga dan berdampak pada kesehatan mental pasangan.
“Temperamen yang tidak terkendali bisa menjadi awal dari hubungan yang toksik,” ujar psikolog keluarga, Ratna Puspita, M.Psi., dalam keterangannya, Minggu (18/5).
Ia menyarankan agar setiap individu mengenali tanda-tanda temperamen sejak masa pacaran. Beberapa indikator umum di antaranya adalah reaksi berlebihan saat menghadapi masalah kecil, kesulitan menerima kritik, serta kebiasaan menyalahkan orang lain saat terjadi konflik.
Selain itu, menurut Ratna, penting untuk mengamati perilaku pasangan dalam situasi tekanan, seperti kemacetan, pelayanan buruk, atau perubahan rencana mendadak.
“Reaksi spontan dalam situasi sederhana bisa menjadi cermin karakter sebenarnya,” katanya.
Ratna juga menyarankan agar calon pasangan berdiskusi secara terbuka tentang cara mengelola emosi dan penyelesaian konflik. “Pasangan yang dewasa emosional akan bersedia diajak bicara soal ini. Jika justru marah atau defensif, itu bisa menjadi sinyal peringatan,” tambahnya.
Dalam beberapa kasus, informasi dari keluarga atau teman dekat juga bisa menjadi referensi tambahan untuk memahami sifat seseorang.
“Penting untuk tidak mengabaikan intuisi. Jika seseorang sering merasa takut salah bicara atau tidak nyaman karena respons emosional pasangannya, sebaiknya dipertimbangkan kembali sebelum melangkah lebih jauh,” tutupnya. BWN-01

































