Mangupura, baliwakenews.com
Upaya penyelamatan Pantai Kuta dari ancaman abrasi untuk sementara harus tertunda. Proyek pengisian pasir (sand nourishment) yang tengah berjalan dihentikan sementara setelah kapal yang digunakan mengalami kerusakan akibat dihantam cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Terhentinya pekerjaan tersebut sempat memicu pertanyaan dari masyarakat. Pasalnya, kapal beserta jaringan pipa yang sebelumnya terlihat membentang di sepanjang pesisir Pantai Kuta mendadak tidak lagi berada di lokasi.
Camat Kuta, I Made Agus Suantara, mengatakan banyak warga mempertanyakan penghentian aktivitas proyek karena khawatir penanganan abrasi akan mengalami keterlambatan.
“Memang ada warga yang bertanya kenapa kapal dan pipanya hilang. Setelah kami berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, kami mendapat informasi bahwa kapal mengalami kerusakan dan sedang diperbaiki,” ujarnya, Rabu (1/7).
Menurut Agus Suantara, kapal tersebut tidak memungkinkan diperbaiki di tengah laut sehingga harus ditarik ke darat. Bahkan, komponen yang rusak harus dikirim ke Surabaya untuk diperbaiki, sehingga proses perbaikannya diperkirakan memerlukan waktu.
Akibat kondisi tersebut, jadwal pengisian pasir berpotensi mengalami kemunduran dari target yang telah ditetapkan. Meski demikian, ia memperoleh informasi bahwa metode pengerjaan selanjutnya kemungkinan akan disesuaikan sehingga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kapal yang beroperasi di tengah laut.
“Kami berharap proses pengisian pasir bisa segera dilanjutkan karena abrasi di Pantai Kuta masih cukup parah dan membutuhkan penanganan secepatnya,” katanya.
Selain percepatan pengisian pasir, Agus kembali mengusulkan pembangunan breakwater atau pemecah gelombang di sepanjang Pantai Kuta sebagai solusi jangka panjang mengurangi laju abrasi.
Menurutnya, keberadaan struktur pemecah gelombang sangat penting untuk melindungi kawasan pesisir dari gerusan ombak yang terus mengikis garis pantai.
Sementara itu, perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Bambang Kardono, membenarkan kapal pengisian pasir mengalami gangguan teknis setelah diterjang cuaca buruk.
“Iya, kapal sedang bermasalah akibat cuaca buruk. Untuk sementara pipa dipindahkan agar tidak mengganggu aktivitas nelayan maupun pengunjung pantai,” ujarnya.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan proyek pengisian pasir akan kembali dilanjutkan. Namun pemerintah berharap proses perbaikan kapal dapat segera rampung agar upaya penanganan abrasi di Pantai Kuta bisa kembali berjalan. BWN-04

































