Mangupura, baliwakenews.com
Proyek pengisian pasir (beach fill) di kawasan Kuta–Legian–Seminyak (Samigita) resmi dimulai, Selasa (21/4/2026), menandai langkah serius pemerintah dalam menahan laju abrasi yang kian menggerus pesisir. Namun, di balik upaya penyelamatan pantai ini, aktivitas wisata mulai terdampak.
Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida melalui program Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II langsung menggarap Zona II, dari Hotel Anvaya hingga Pullman hingga area yang tercatat mengalami abrasi paling signifikan.
Seiring pekerjaan berlangsung, sejumlah titik pantai kini dipasangi pembatas. Akses wisatawan, pedagang, hingga pelaku usaha pun tak lagi leluasa. Kehadiran alat berat dan jalur distribusi pasir mengubah wajah pantai yang biasanya terbuka bebas.
Kepala SNVT PJSA BWS Bali Penida, I Gede Lanang Sunu Perbawa yang dihubungi, Rabu (22/4/2026), menegaskan pembatasan dilakukan demi keselamatan. Sosialisasi juga telah digencarkan agar masyarakat dan pelaku wisata dapat beradaptasi.
“Area kerja harus steril karena ada alat berat yang beroperasi. Kami minta semua pihak memahami situasi ini,” tegasnya.
Secara teknis, pengisian pasir dilakukan menggunakan kapal Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) yang menyedot material dari Laut Bali, lalu dialirkan ke pesisir melalui pipa sebelum diratakan untuk membentuk ulang garis pantai.
Di Zona II, proyek ini membutuhkan sekitar 319 ribu meter kubik pasir dengan target pelebaran pantai hingga 15 meter. Pekerjaan dilakukan bertahap dengan menyesuaikan kondisi pasang surut air laut.
PPK Sungai Pantai I BWS Bali Penida, Bambang Kardono, memastikan progres proyek berjalan sesuai rencana.
“Pekerjaan sudah dimulai dan terus kami sesuaikan dengan kondisi alam di lapangan,” ujarnya.
Meski memicu ketidaknyamanan jangka pendek, proyek ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang bagi keberlanjutan pariwisata Samigita yang selama ini terancam abrasi.
Zona II ditargetkan rampung pada Juni 2026, sebelum berlanjut ke Zona I dan Zona III. Wisatawan pun diimbau bersiap menghadapi pembatasan area selama proses revitalisasi berlangsung. BWN-04
































