Mangupura, baliwakenews.com
Suara mesin ekskavator masih terdengar di Pantai Bingin, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan. Di antara debu puing dan tebing curam yang sesekali diguyur hujan, pekerjaan pembongkaran bangunan ilegal terus dikebut.
Hingga pertengahan September, progresnya sudah mencapai 85 persen. Sebagian besar bangunan berhasil diturunkan, menyisakan satu “pekerjaan rumah” terbesar: bangunan eks Morabito yang berdiri di tebing tinggi dengan kontur rapuh.
“Eks Morabito ini paling sulit, karena bangunannya mengikuti kontur tebing. Tantangan utamanya mencari posisi aman bagi ekskavator agar tidak ikut tergelincir,” ujar I Gusti Agung Ketut Suryanegara, Kasatpol PP Badung, Rabu (17/9/2025).
Di sela kerja alat berat, ada rencana yang kini dinanti, gotong royong pembersihan puing. Bupati Badung bersama sejumlah OPD dan warga Pecatu dijadwalkan turun tangan minggu depan. Aksi ini bukan hanya membersihkan sisa bangunan, tetapi juga menandai momentum bersama mengembalikan wajah Pantai Bingin ke fungsi asalnya, pantai publik yang bersih, aman, dan terbuka bagi semua orang.
Tak semua berjalan mulus. Sejak pekan lalu, hanya empat unit alat berat yang bekerja. Satu unit ekskavator bahkan harus ditarik sementara untuk membantu penanganan banjir di wilayah lain. Cuaca pun kerap tak bersahabat; hujan deras membuat tebing licin dan berbahaya.
Namun, di balik kendala itu ada titik terang. Aliran air hujan kini bisa langsung mengalir ke laut setelah bangunan penghalang mulai dibersihkan. Perlahan, pantai ini kembali “bernapas.”
Bagi pelaku pariwisata, pembongkaran ini ibarat membuka lembaran baru. Salah seorang pemilik homestay kecil di dekat Bingin, yang enggan namanya dimediakan mengaku optimistis.
“Wisatawan datang ke Bingin karena pantainya indah dan alami. Kalau pantainya kembali bersih, kami yakin tamu akan semakin banyak. Itu artinya rejeki untuk kami juga,” katanya.
Jika sesuai target, pekan depan seluruh bangunan ilegal akan tuntas dibongkar. Pantai Bingin pun bersiap menyongsong babak baru, dari kawasan padat bangunan tak berizin, menuju ruang publik yang lebih ramah, terbuka, dan berkelanjutan. “Harapan kami minggu depan sudah selesai sepenuhnya,” tegas Suryanegara.
Di tengah riuhnya mesin pembongkar, ada bayangan masa depan yang lebih tenang, Pantai Bingin dengan pasir putihnya yang kembali lapang, ombaknya yang tetap jadi magnet peselancar, dan ruang terbuka bagi siapa saja yang datang untuk sekadar menikmati senja di tepi Samudra Hindia. BWN-04
































