Mangupura, baliwakenews.com
Nama Bali kembali akan bergema di panggung internasional. Kali ini, para siswa SMA Negeri 3 Kuta Selatan mendapat kehormatan menjadi duta budaya Indonesia dalam ajang Rotary International Convention 2026 di Taipei, Taiwan, yang berlangsung pada 11–16 Juni 2026.
Di hadapan sekitar 25.000 anggota Rotary dari berbagai negara, para siswa yang tergabung dalam Rotaract Club of Garuda Kencana Bali Jimbaran akan mempersembahkan Tari Janger, salah satu kesenian tradisional Bali yang sarat pesan kebersamaan, keharmonisan, dan semangat generasi muda.
Keikutsertaan mereka bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi misi diplomasi budaya untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Bali kepada masyarakat dunia. Kesempatan istimewa ini lahir dari kolaborasi antara SMAN 3 Kuta Selatan dan Rotary Club Bali Jimbaran, yang selama ini aktif mendorong promosi budaya Indonesia melalui berbagai forum internasional.
Penampilan Tari Janger menjadi simbol bagaimana generasi muda Bali mampu menjaga akar budaya lokal sekaligus tampil percaya diri di panggung global. Melalui gerakan yang dinamis dan nyanyian khas yang saling bersahutan, para siswa akan menunjukkan wajah Bali yang kreatif, inklusif, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi.
District Governor Elect Rotary District 3420, Rtn. I Wayan Tur Adnyana, mengatakan keikutsertaan siswa SMAN 3 Kuta Selatan merupakan bagian dari upaya membangun perdamaian dunia melalui pendekatan budaya, salah satu fokus utama Rotary International.
“Melalui pementasan budaya ini, kita ingin menunjukkan karakter bangsa Indonesia yang dapat menjadi teladan bagi bangsa-bangsa lain di dunia,” ujarnya saat ditemui menjelang keberangkatan rombongan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, lebih dari 20 ribu anggota Rotary dari berbagai negara akan menyaksikan penampilan para siswa. Karena itu, kesempatan tersebut menjadi momentum berharga untuk memperkenalkan Bali sekaligus Indonesia kepada komunitas internasional.
Ia juga mengapresiasi dukungan pihak sekolah dan komite sekolah yang telah memberikan ruang bagi para siswa untuk berkembang melalui kegiatan budaya bertaraf internasional.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Kuta Selatan, Wayan Agustiana, mengaku bangga sekolahnya dipercaya mewakili Indonesia dalam pergelaran budaya dunia tersebut. Persiapan intensif bahkan telah dilakukan selama sekitar satu bulan agar para siswa mampu tampil maksimal.
“Kami berharap para siswa bisa tampil terbaik, mendapatkan pengalaman internasional yang berharga, serta meningkatkan wawasan dan kepercayaan diri mereka,” ujarnya.
Menurut Agustiana, kesempatan tampil di Taiwan juga menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, pelestarian budaya, dan pengembangan kemampuan siswa di tingkat global.
Dukungan penuh turut datang dari para orang tua. Salah satunya Feny Dianawati, yang menilai pengalaman internasional seperti ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri sekaligus membuka wawasan generasi muda.
Di sisi lain, dua siswi peserta, I Gusti Ayu Agung Defika Nareswari (Gek Ika) dan Ni Luh Dini Astari (Dini), mengaku antusias menyambut kesempatan langka tersebut. Setelah menjalani latihan selama hampir dua bulan, mereka siap menampilkan yang terbaik demi membawa nama baik sekolah, Bali, dan Indonesia.
“Kami ingin memberikan penampilan terbaik dan memperkenalkan budaya Bali kepada dunia. Semoga ini menjadi pengalaman berharga dan membuka kesempatan untuk tampil di berbagai negara lainnya,” ujar keduanya.
Melalui Tari Janger yang akan ditampilkan di Taiwan, para siswa SMAN 3 Kuta Selatan tidak hanya menari di atas panggung, tetapi juga membawa pesan tentang kekayaan budaya Bali, semangat persahabatan antarbangsa, serta kemampuan generasi muda Indonesia untuk bersaing dan berkontribusi di tingkat internasional. BWN-04

































