Mangupura, baliwakenews.com
Setiap negara berlomba-lomba menggarap potensi pariwisatanya untuk menggaet wisatawan sebanyak-banyaknya. Sebagai destinasi pariwisata, Badung harus melakukan promosi terhadap objek-objek serta atraksi wisata yang dimiliki. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Badung Gusti Lanang Umbara seusai mengikuti Sales Mission ke dua kota di Jerman yakni Munchen dan Frankfurt. “Persaingan pariwisata begitu ketat, kami menilai Badung wajib melakukan promosi wisata ke luar negeri, terutama kantong-kantong wisatawan,” ujarnya, Kamis (21/3).
Lebih lanjut politisi asal Pelaga, Petang ini mengatakan, promosi dengan sentuhan fisik (datang langsung, red), dinilai akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan hanya dengan promosi secara online. Saat promosi fisik, selain memberikan penjelasan mengenai objek-objek wisata maupun atraksi yang ada di Badung dan Bali secara umumnya, juga menampilkan atraksi seni budaya Bali. “Dengan menampilkan tari Bali, calon-calon wisatawan sangat antusias untuk datang ke Bali,” tegasnya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga mengatakan, terkait sales mission di Jerman, peserta yang merupakan pengusaha wisata dipertemukan serta difaslitasi untuk bisa menyampaikan produk-produk wisata yang dimiliki. “Mereka menjelaskan hal-hal baru yang ada di Bali. Mereka pun saling berinteraksi,” terangnya.
Saat ini, katanya, wisatawan Jerman ke Bali ada di peringkat ke 10. Karena itu, peluang untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Jerman masih terbuka lebar. “Kami justru menargetkan kunjungan wisatawan Jerman ke Bali meningkat 50 persen dari angka kunjungan saat ini,” tegasnya.
Dia menganalogikan sebuah produk seperti sabun. Sepopuler apa pun produk sabun tersebut, produsen tetap melakukan promosi. “Tujuannya tentu saja mempertahankan kesan baik terhadap produk tersebut. Demikian juga dengan destinasi maupun atraksi wisata. Bali sudah sangat populer, tetapi promosi tetap harus dilakukan,” tegasnya.
Penerbangan juga merupakan faktor penting dalam mendatangkan wisatawan ke Bali, untuk itu, pihaknya akan mendorong eksekutif untuk melakukan pendekatan kepada maskapai terutama maskapai dalam negeri untuk membuka penerbangan langsung ke kantong-kantong wisatawan.
“Tampa penerbangan langsung, kedatangan wisatawan akan terhambat. Karena itu, promosi pariwisata harus didukung dengan adanya penerbangan-penerbangan langsung sehingga memudahkan wisatawan untuk datang ke Bali, khususnya Badung,”paparnya. BWN-05

































