Mangupura, baliwakenews.com
Warga Bali tengah merasakan cuaca panas yang tidak biasa dalam beberapa hari terakhir. Suhu terasa “cetar” terutama pada siang hari, memicu keluhan di berbagai wilayah.
Namun di balik teriknya panas tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) justru mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang bisa datang secara tiba-tiba.
Prakirawan BBMKG Wilayah III Bali, Maria Octorina, menjelaskan bahwa kondisi panas yang dirasakan saat ini merupakan bagian dari dinamika masa peralihan musim atau pancaroba.
“Bali saat ini memasuki masa pancaroba. Tutupan awan yang minim dan angin yang melemah membuat panas terasa lebih menyengat,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya, fenomena ini tidak hanya berdampak pada meningkatnya suhu udara, tetapi juga membuat kondisi atmosfer menjadi tidak stabil. Akibatnya, hujan lebat hingga angin kencang tetap berpotensi terjadi secara mendadak.
“Ini yang perlu diwaspadai. Meski siang terasa sangat panas, sore atau malam hari bisa saja tiba-tiba terjadi hujan deras disertai angin kencang,” jelasnya.
BMKG memprediksi kondisi cuaca yang kontras ini masih akan berlangsung hingga April mendatang, seiring berlanjutnya masa transisi musim di wilayah Bali.
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak lengah. Selain mewaspadai perubahan cuaca ekstrem, warga juga diminta menjaga kesehatan di tengah teriknya suhu.
BMKG menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di bawah sinar matahari langsung, menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan, serta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi yang bisa terjadi sewaktu-waktu. BWN-04

































