Harga Material Bangunan Terus Naik, Harga Rumah Subsidi Diprediksi Meningkat Tahun ini

Iklan Home Page
Denpasar,baliwakenews.com
Meningkatnya harga material bangunan setiap tahunnya akan berdampak signifikan terharap pembangunan rumah, khususnya rumah bersubsidi. Hal ini pun menjadi perbincangan oleh pengurus  DPD Real Estate Indonesia (REI) Bali. Mereka  berharap ke pemerintah pusat supaya harga rumah subsidi bisa disesuaikan untuk di Bali tahun 2022 ini mengingat material yang terus naik .
Ketua DPD Rei Bali Gede Suardita, Rabu 12 Januari 2022 menjelaskan, harga unit rumah subsidi saat ini sebesar Rp168 juta. Namun pihaknya berharap harga tersebut disesuaikan bisa  menjadi Rp 180 juta. “Saya bersama teman-teman pengusaha yang tergabung di REI Bali  berharap pemerintah segera bisa menaikan harga rumah subsidi. Seperti diketahui harga bahan-bahan bangunan dan lainnya sudah terlebih dahulu mengalami kenaikan,”ujarnya.
Dengan harga bahan bangunan yang sudah mengalami kenaikan, Kata Pemilik PT Bumi Cempaka Asri ini,  membangun rumah subsidi menjadi agak berat dan hal ini pun dirasakan Anggota REI di seluruh Indonesia.”Mudah mudahan keluhan kami segera direspon oleh pemerintah dalam hal ini PUPERA. Kami juga sudah mendengar sedang dibahas untuk kenaikan harga rumah subsidi,”jelasnya.
Ia juga mengatakan jikalau harga material bangunan tidak naik terus, kenaikan harga rumah subsidi ini tidak akan diharapkan, karena akan berpengaruh juga pada konsumen rumah tersebut. “Pada umumnya kenaikan harga rumah subsidi 7-8 persen per tahun. Jika sekarang harganya Rp 168 juta, mungkin tahun 2022 rumah subsidi harganya menjadi Rp180 juta khusus di Bali,”ungkapnya sembari menambahkan untuk lokasi pembangunan rumah subsidi di Bali hanya bisa dilakukan di lima kabupaten dan untuk sebaran yang paling banyak berada di Kabupaten Buleleng dan Tabanan.
Sementara Sekretaris DPD REI Bali, Gede Semadi Putra menambahkan, untuk perumahan komersil belum banyak mengalami peningkatan. Bahkan menurutnya Anggota REI Bali khususnya  tidak banyak yang membuka lahan baru untuk pengembangan, karena lebih pada usaha bertahan dimasa pandemi sekarang ini. “Jadi banyaknya pembeli dari luar Bali yang membeli properti tangan kedua atau melalui hal lain seperti lelang yang dilakukan Bank. Di awal tahun 2022 Anggota REI mulai ada projects baru, dengan permintaan rumah komersil ke unit yang harganya berkisar di atas satu miliar,”tambahnya. BWN-05
Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR