Denpasar, baliwakenews.com
Setelah menjalani karantina di Rumah Singgah Pemerintah Kota Denpasar, tiga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Pemogan dipulangkan, Selasa (28/4) siang. WNI ini telah dinyatakan negatif Covid-19, setelah dikarantina selama 14 hari. Mereka dipulangkan oleh petugas Dinas Perhubungan Kota Denpasar, kemudian diserahkan kepada Kepala Desa Pemogan, I Made Suwirya, di Kantor Desa Pemogan, Jl. Raya Pemogan No.1, Denpasar Selatan.
Selanjutnya, para PMI dengan status negatif Covid-19 ini kembali mengisolasi diri di rumah masing-masing selama 14 hari, diawasi keluarga dan Satgas Gotong Royong. Dihubungi setelah menerima PMI, Suwirya menerangkan bahwa kali ini adalah pemulangan perdana. “Yang lain menyusul, kurang lebih ada 22 PMI dari Pemogan,” ungkapnya. Pada hari yang sama, pemulangan PMI di Kota Denpasar mencapai 54. Kata dia, proses pemulangan tiga warga itu sudah melalui protokol.
“Setibanya di kantor desa, masing masing PMI dijemput oleh seorang keluarganya. Kami telah berkoordinasi dengan kadus dan kaling,” ungkapnya. Tahap selanjutnya, Suwirya mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar mendapat informasi yang utuh mengenai kedatangan para PMI. Dia mengaku optimis bahwa warga lain dapat menerima kehadiran PMI asal Pemogan. “Edukasi kami lakukan berkesinambungan dan utuh, serta holistik,” ucapnya.
Sosialisasi tersebut akan dilaksanakan oleh Satgas Gotong Royong Desa Adat Pemogan dan Relawan Desa Lawan Covid-19. Meski berstatus zona merah Covid-19, Suwirya mengatakan bahwa menerima kehadiran PMI ini merupakan bukti Desa Pemogan mengdepankan misi kemanusiaan. Berkorelasi dengan keterbukaan itu, ia berharap para PMI dapat menjalani karantina mandiri secara tertib. “Kami sangat terbuka, karena ini merupakan misi kemanusiaan,” tutupnya. BW-06

































