Baliwakenews.com – Warga di wilayah pesisir Bali diimbau waspada menghadapi potensi banjir rob yang dipicu fenomena Bulan Purnama. Selain itu, hujan lebat masih mengguyur sejumlah wilayah meski Bali sudah memasuki musim kemarau.
BMKG Wilayah III Denpasar mencatat, puncak pasang maksimum air laut diperkirakan terjadi pada 11 hingga 14 Juni 2025. Fenomena ini berpotensi memicu banjir rob, terutama di kawasan pesisir selatan dan tengah Bali, seperti Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Klungkung, dan Karangasem.
“Warga yang tinggal di daerah pesisir dan rendah kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada pagi dan sore hari saat pasang maksimum,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, Sabtu (7/6).
BMKG juga menyebut curah hujan yang tinggi masih terjadi sejak awal Juni dan diperkirakan berlanjut hingga pertengahan bulan. Meski secara kalender masuk musim kemarau, hujan intens disertai angin kencang dan gelombang tinggi tetap berpotensi melanda.
Pemerintah daerah melalui BPBD telah menginstruksikan seluruh perangkat desa dan kelurahan di wilayah pesisir untuk menyiapkan langkah mitigasi. Langkah-langkah yang dianjurkan antara lain pemasangan pelindung di titik rawan rob, penyediaan logistik darurat, dan sistem peringatan dini berbasis komunitas.
Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan BPBD, serta menghindari aktivitas laut pada jam-jam rawan.
“Kami harap masyarakat tetap tenang tapi siaga. Upaya pencegahan bisa menyelamatkan diri dan harta benda,” ujar Cahyo.
BMKG juga mengimbau pengelola pelabuhan, nelayan, serta usaha tambak garam dan perikanan darat untuk menyesuaikan aktivitasnya dengan kondisi cuaca dan pasang surut laut dalam beberapa hari ke depan.
Informasi terbaru cuaca dan peringatan dini bisa diakses melalui situs BMKG, media sosial @bmkgbali, dan kanal Telegram @warningcuacabali. BWN-01





























