Denpasar, baliwakenews.com
Keluarga DS (16), siswi SMA yang dibunuh oleh pacarnya masih diliputi duka mendalam. Orang tua korban tak menyangka jika anak keduanya itu meninggal dengan cara mengenaskan.
Menurut ayah korban berinisial GA, selama ini putrinya tidak pernah bercerita jika memiliki masalah. Bahkan selama hidup, almarhum selalu ceria dan giat kuliah serta membantu orang tuanya di rumah.
GA mengatakan, sebelum meninggal dunia, putrinya pamit pergi ke luar rumah karena ada keperluan. Saat itu, GA mengaku tidak ada firasat apa-apa atau kejanggalan. “Dia pamitan dari rumah sekitar pukul 12.20. Saat dia pergi, saya sedang istirahat dari bekerja proyek tak jauh dari rumah. Saya pulang makan siang,” ujarnya.
Saat itu, GA berpesan agar putrinya agar tidak pulang terlalu sore. Bahkan GA sempat menitip dibelikan cabai ke anaknya itu. DS yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara itu lantas pergi dari rumahnya. “Sekitar pukul 14.57, anak saya membuat status di WhatsApp. Dan status itu. Saya curiga kemudian menghubungi nomor handphonenya namun tidak aktif,” ucapnya.
GA mengaku kian gelisah, karena putrinya tidak kunjung pulang hingga pukul 17.00. Dan jika pulang terlambat, DS selalu memberi kabar. “Saya sempat mengira, jika almarhum sedang mencari tempat magang. Karena sebelumnya korban yang memilih jurusan pariwisata di sekolahnya mengaku akan mencari tempat magang,” kata GA dengan wajah sedih.
Hingga akhirnya, sekitar pukul 19.30, tersangka Kadek Juniarta (18) datang ke rumahnya bersama temannya dengan memakai mantel. Dia mengendarai motor korban seraya mengaku akan mengembalikan motor itu. “Saya menanyakan keberadaan DS, pelaku mengaku jika anak saya pingsan di rumahnya. Saya menanyakan alamat pelaku, dia langsung gugup,” imbuh GA.
Bersama istrinya, GA menuju rumah pelaku di Jalan Gunung Batur Gang Carik, Denpasar Barat. Sesampainya di lokasi, GA malah melihat banyak polisi. “Saya langsung lemas saat polisi mengatakan jika anak saya meninggal. Saya dilarang melihat jenazah anak saya oleh polisi. Dan saya baru bisa melihat dan memegang almarhum di rumah sakit,” ungkapnya, seraya tidak mempercayai jika putrinya hamil seperti yang dikatakan polisi.
Jenazah DS rencananya akan akan disemayamkan di kampung halamannya di Karangasem, sambil menunggu hari baik. “Saya tidak terlalu mengenal pelaku. Dia hanya pernah sekali datang ke rumah saya itu pun sudah lama,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, siswi SMA di Denpasar berinisial Ni Made DS (16) dibantai oleh pacarnya dalam kondisi hamil. Perempuan asal Denpasar Timur tersebut dihabisi dengan cara lehernya dicekik dan dijerat dengan selendang di rumah pelaku, Kadek Juniarta (18) di Jalan Gunung Batur Gang Carik, Denpasar Barat, Selasa (7/2) sekitar pukul 18.00.
Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, sebelum kejadian, korban yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA itu datang ke rumah pelaku. “Korban meminta pertanggung jawaban karena dalam keadaan hamil. Pelaku tidak mau bertanggung jawab. Karena terus dipaksa, pelaku emosi lantas mencekik leher korban hingga lemas. Kemudian pelaku mengambil selendang dan menjerat leher korban dari belakang,” katanya, Rabu (8/2).
Korban sempat melakukan perlawanan. Setelah tewas, pelaku memindahkan tubuh korban dari kamar tamu ke gudang dan diletakan di depan pintu. Setelah itu pelaku pergi dari rumah membawakan ibunya nasi ke tempat kerja. “Tak berselang lama, kakak pelaku bernama Anggi tiba di rumahnya dan melihat korban di depan pintu gudang dalam posisi duduk. Anggi lantas menghubungi pelaku seraya mengatakan ada orang pingsan di rumahnya,” beber Bambang.
Selanjutnya pelaku kembali ke rumah dan pura-pura kaget. Pelaku lantas menghubungi ambulan dan petugas puskesmas. “Saat ditemukan, korban dalam posisi duduk menghadap timur, kedua kaki terlentang, kedua tangan di atas paha, badan bersandar di pintu, kepala menunduk dan rambut terurai menutupi wajah,” ucap Bambang.
Setelah melakukan pemeriksaan, petugas curiga dengan kematian korban. Petugas lantas menghubungi pihak kepolisian. Tak berselang lama personil Polsek Denpasar Barat tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP.
Hasil pemeriksaan petugas, ditemukan luka lecet memanjang dari arah kiri ke kanan di leher korban. Di atas luka lecet ditemukan luka lebam melintang di area leher bawah dagu. Dari kemaluan mengeluarkan cairan. “Di lokasi kejadian juga ditemukan kaca mata, masker hitam, uang Rp 22 ribu dan selendang coklat corak batik,” kata Bambang.
Menurut Bambang, setelah mendapatkan bukti-bukti yang cukup, pelaku lantas diinterogasi. Pelaku lantas mengakui perbuatannya dan dia digelandang ke Polsek Denpasar Barat. “Dugaan sementara motif pembunuhan tersebut karena pelaku tidak mau bertanggung jawab dengan kehamilan korban,” tegasnya. BWN-01
































