Menjaga Hak Pilih Sejak Dini, KPU Badung Rangkul Anak Yatim Lewat Kepedulian Sosial

Iklan Home Page

Mangupura, Baliwakenews. com

Di sebuah ruang sederhana di Kantor KPU Kabupaten Badung, Jumat (6/2/2026), suasana terasa berbeda. Bukan soal tahapan pemilu atau rekapitulasi suara, melainkan tentang masa depan tentang anak-anak yatim yang suatu hari nanti akan berdiri sejajar sebagai pemilih dalam pesta demokrasi.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung kembali menunjukkan bahwa demokrasi tidak hanya bekerja saat hari pemungutan suara. Melalui kegiatan silaturahmi, santunan, dan doa bersama anak yatim dari Yayasan Rumah Kehidupan Casa Vida, KPU Badung menegaskan komitmennya menjaga hak pilih setiap warga negara, bahkan sejak mereka belum memenuhi syarat usia memilih.

Baca Juga:  Menyisir Selat Badung di Bawah Langit Kelabu, Basarnas Bali Siaga Jaga Laut Nataru

Ketua KPU Kabupaten Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra, menegaskan bahwa hak pilih merupakan hak konstitusional yang melekat pada setiap warga negara, tanpa memandang latar belakang sosial maupun kondisi tempat tinggal.

“Sekalipun mereka berada di yayasan, hak pilih itu tetap melekat. Mereka adalah warga negara yang kelak akan memiliki peran penting dalam demokrasi,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Bagi KPU Badung, kepedulian sosial ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari upaya menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini. Anak-anak yatim yang saat ini masih bersekolah diharapkan tumbuh dengan pemahaman bahwa suara mereka kelak memiliki arti dan kekuatan.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Hadiri Acara Piodalan dan Melaspas Wantilan Pura Dalem Lingsir di Pererenan

Apresiasi datang dari Ketua Yayasan Rumah Kehidupan Casa Vida, Wira. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang konsisten diberikan KPU Kabupaten Badung kepada anak-anak binaan yayasan.

“Kegiatan ini sangat berarti bagi kami. Bukan hanya bantuan, tapi juga harapan. Kami berharap pada Pemilu 2029 nanti, beberapa anak kami sudah bisa menggunakan hak pilihnya,” tuturnya.

Baca Juga:  The Nusa Dua Jadi Tuan Rumah Penyelenggaran CAFEO ke-41

Kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan yang diwakilkan oleh Ketua Yayasan Casa Vida, diiringi doa bersama. Di balik kebersamaan sederhana itu, terselip pesan kuat: demokrasi tidak hanya tentang angka dan suara, tetapi juga tentang memastikan setiap warga termasuk mereka yang tumbuh tanpa orang tua—tetap memiliki tempat dan masa depan dalam sistem demokrasi Indonesia. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR