Menginjak Usia ke-73, Koperasi Diharapkan Mengayomi UMKM

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

PLT Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Bali, AKBP (Purn) I Ketut Tiwi Effendhi, usai peringatan Hari  Koperasi ke-73  dan Hari UMKM Nasional  ke -5, Selasa (14/7) di Gedung Wiswasaba Utama, Kantor Gubernur Bali mengatakan peringatan jadi momentum bagi gerakan koperasi untuk lebih maju. Meski ditengah pandemi Covid-19, gerakan koperasi harus mampu bangkit dan mengayomi UMKM di Bali.

“Koperasi jangan biasa-biasa saja, harus mampu menggerakkan UMKM yang sangat banyak di Bali. Sehingga perekonomian masyarakat di tempat pandemi Covid-19 ini masih bisa bergerak,” ucap Ketut Tiwi.

Dikatakan, peringatan hari koperasi kali ini dilaksanakan dalam keterbatasan akibat pandemi Covid-19. “Meski  dilaksanakan dengan pembatasan, tapi tonggak berdirinya koperasi sejak 1947 hingga 2020 ini tetap dapat dilaksanakan,” tukasnya.

Baca Juga:  Konsep Wisata-Belanja Berbasis Budaya Bali Diakui Dunia, ICON BALI Raih Silver Winner FIABCI 2026

Dalam segala kegiatan disesuaikan dengan kondisi Covid-19 ini sehingga lebih banyak kegiatan dilaksanakan dengan sistem webinar. Dengan demikian seluruh gerakan koperasi juga dapat mengikuti.

“Secara nasional juga tidak dilaksanakan peringatan dalam skala besar. Di provinsi Bali yang sedianya dipusatkan di Tabanan, dibatalkan dan diganti dengan kegiatan terbatas di wiswasaba utama kantor gubernur Bali,” katanya.

Peringatan dengan tema “era new normal kebangkitan koperasi sebagai rumah besar pemberdayaan UMKM”. “Maksudnya sangat jelas, kita harus fokus mengembangkan UMKM Bali mulai saat ini dan seterusnya untuk kemajuan masyarakat Bali. Sehingga bapak Gubernur dalam sambutannya, menekankan pembentukan koperasi produksi seperti koperasi jeruk, koperasi arak, koperasi coklat dan lainnya, sehingga beliau menginginkan dari hulu ke hilir itu benar-benar bisa memberdayakan masyarakat kita,” papar Ketut Tiwi.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Pimpin Korve di Pantai Munggu

Lebih lanjut dikatakan Ketut Tiwi, keseriusan Gubernur Bali  dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali ditunjukkan dengan berbagai pergub dan perda. “Kalau untuk koperasi produksi saat ini sudah mulai bergeliat. Harapan kedepan produk pertanian seperti jeruk bisa diekspor atau dikirim ke luar bali dan lebih bagus lagi  diolah dan diproduksi menjadi produk olahan dengan kemasan yang bagus sehingga tidak terbuang dia,” tandasnya.  Itu prinsip dari koperasi produksi yang ingin dikembangkan Pemerintah Provinsi Bali.

Perhatian Pemerintah Provinsi Bali terhadap gerakan koperasi juga diakui dengan penyaluran dana stimulus kepada 4.004 koperasi dari lima ribuan koperasi di Bali. “Saat ini gerakan koperasi di Bali mampu menyerap 2 ribu tenaga kerja, sehingga sangat berperan dalam pengentasan kemiskinan di Bali. Dengan anggota 2 jutaan orang atau  60% dari masyarakat Bali,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sejalan Dengan kebutuhan krama Bali, Sekjen Hanura Sebut Gubernur Koster Pimpin Bali dengan Gagasan Brilian

Kedepan, untuk koperasi produksi bila kondisi pariwisata sudah normal diharapkan bisa menjadi yang terdepan, karena peran koperasi adalah memasarkan produksi dari masyarakat ke hotel dan restoran maupun pasar swalayan. “Kesulitan koperasi saat ini, adalah dalam mengakses modal  masih terjadi di lapangan,” katanya. Meski gubernur mengatakan akan mempermudah regulasi, namun kenyataannya masih sulit diakses karena harus ada jaminan. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR