Ungasan, baliwakenews.com
Manusia perak atau “Silver Man” yang biasanya beraktivitas di lampu merah kini bergeser ke desa-desa. Dengan mengecat badannya dengan warnas perak mereka beraksi sembari meminta-minta ke pengendara. Kali ini mereka beraksi di Desa Ungasan dan dikeluhkan warga.
Keluhan ini dilontarkan Ketua LPM Ungasan Made Nuada dihubungi Kamis 1 Februari 2024. Menurut Nuada “Siver Man” ini beraktivita di Warung-wa rung msyarakat sembari meminta-minta.
Karena dinilai meresahkan akhirnya jajaran Linmas Ungasan langsung turun melakukan pengecekan di lapangan. Petugas Linmas yang turun ke lapangan menemukan “Silver Man” ini berada di salah satu bangunan kosong di area Desa ungasan.
Perugspun langsung memberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Bukan hanya “Silver Man” beberapa gepeng juga sempat beroperasi di Sejumlah wilayah Ungasan. Namun berkat antisipasi dan patroli rutin yang dilakukan Linmas Ungasan mereka bisa dimankan dan langsung dibina.
Dia berhatap ke depannya tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang serupa agar tidak mencoreng suasana keamanan, ketertiban dan kenyamanan lingkungan apalagi daerah Ungasan adalah kawasan daerah pariwisata.
“Kita sarankan agar orang-orang yang beraktivitas seperti itu bisa mencari pekerjaan yang halal, selama memang mau berusaha psti mereka akan mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuannya,” ujarnya sembari berharap antusipasi dilakukan bersama-sama baik Oleh jajaran Sat. pol PP maupun aparat keamanan lainnya.
Sebelumnya saaat rapat Forkopincam Kutael, Keluhan akan keberadaan Gepeng di Kutsel juga sempat disampaikan Ketua Forum Kaling Se Kelurahan Benoa, Nyoman Astawa. Astawa mengungkapkan kalau ada gepeng yang kerap beroperasi di Pintu masuk kawasan Tol Nusa Dua. “Biasanya mereka beroperasi sekitar jam 12 malam,” ujarnya. BWN-04


































