Nusa Dua, baliwakenews.com
Setelah mampu bertahan di tengah gempuran pandemi Covid 19, perkembangan LPD Desa Adat Bualu terus merangkak naik secara signifikan. Hal ini seiring menggeliatnya sektor pariwisata yang menjadi andalan krama Desa Adat Bualu sebagai penyangga kawasan pariwisata Nusa Dua.
Paparan perkembangan LPD Desa Adat Bualu ini disampaikan dalam rapat Laporan Pertanggungjawaban LPD Bualu tahun 2022 yang diterima dan disahkan oleh Prajuru Desa Adat Bualu Selasa, 7 Maret 2022.
Diminta komentarnya akan hal ini, Pemucuk LPD Desa Adat Bualu, Made Astika, SE menyampaikan puji syukur karena Laporan Pertanyungjawaban LPD tahun buku 2022 yang disampaikan telah diterima dan disahkan oleh Prajuru Desa Adat Bualu. Terkait perkembangan tata kelola terjadi beberapa peningkatan di beberapa sektor dari tahun 2021 ke 2022. Seperti di bidang asset meningkat 1,14 persen, Laba meningkat 405,80 persen dan tabungan sebesar 3,49 persen. Sedangkan untuk yang masih minus yakni modal 6, 07 persen, pinjaman 4,92 persen dan deposito 1,46 persen.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan dana pembangunan desa adat sebesar RP 224.846.958,00. Dana sosial sebesar Rp 39.348.218,00 serta penyerahan inventaris LPD Bualu berupa sebuah mobil Avanza dengan status pinjam pakai sebagai operasional Desa Adat Bualu. “Kami bersyukur setelah covid melandai dari pandemi ke endemi Astungkara masyarakat bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan memenuhi kewajibannya di LPD,” ujarnya.
Dia juga puji syukur karena pariwisata sudah membaik. Karena kondisi ini sangat berdampak pada keberadaan LPD Bualu yang nasabahnya adalah krama Desa Adat Bualu yang merupakan penyangga kawasan pariwisata Nusa Dua. Sebab dengan membaiknya sektor pariwisata tentu berdampak pada ekonomi masyarakat Bualu sebagai penyangga pariwisata Nusa Dua. Karena dengan meningkatnya sektor ekonomi, maka masyarakat akan bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka dan juga kewajibannya sebagai nasabah LPD Bualu.
Astika juga mengaku bersyukur karena berkat anugerah Ida Sesuhunan, LPD Bualu bisa melewati masa pandemi. Baik Ida yang melinggih di Parahyangan LPD, Kahyangan tiga serta Ida Hyang Widhi. Bahkan kini LPD Bualu sudah mengalami peningkatan secara signifikan. Hal ini juga tidak terlepas dari peran masyarakat Bualu sebagai nasabah. “Kami bersyukur setelah covid melandai dari pandemi ke endemi Astungkara masyarakat bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan memenuhi kewajibannya di LPD,” imbuhnya.
Ditanya target ke depan, Astika mengungkapkan kalau pihaknya masih melihat perkembangan situasi yang ada. Meski demikian rancangan terkait apa yang akan dilakukan sudah dirancang dalam rencana kerja dengan harapan nantinya ada peningkatan dalam perkembangannya.
“Kami tentunya dalam membuat rancanagan kerja tetap memperhatian faktor internal dan Eksternal dan tidak secara sembarangan. Selain Itu dengan tetap melakukan penetapan skala prioritas yang harus iambil terlebih dulu sehingga tata kelola yang dilakukan berjalan secara efesien dan efektif,” tegasnya.
Di sisi lain pihaknya juga harus jeli melihat peluang yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja LPD ke depannya. Terkait tata kelola setelah pandemi, diakuinya memang ada sesuatu yang baru dalam tata kelola keuangan Desa yang sedikit ada pergeseran. Dimana pendistribusian bantuan diarahkan ke dalam satu pintu. Langkah ini menurutnya cukup karena kontrol masyarakat akan ada di sana. Terutama terkait dari mana sumber dana yang ada dan alokasinya untuk apa. “Ini suatu langkah yang cukup bagus juga untuk diambil,” ucapnya.
Di bagian lain diakuinya secara tidak langsung ada sedikit penurunan dari peran LPD itu sendiri. Karena apa yang menjadi peran LPD sebelummya terkait pendistribusian kali ini tidak ada lagi. “Harapan tyang selaku pengelola hal ini bisa disikapi secara bijaksana,” imbuhnya.
Lebih jauh kata dia, perkembangan masa transisi dari pandemi ke kondisi saat ini, memang masih banyak hal yang masih mengganjal yang perlu disikapi nya bersama pengurus LPD. Namun tentu juga harus kembali melihat kemampuan yang ada.
“Tantangannya apa dan kelemahannya dimana yang harus terus dikaji. Berangkat dari situ baru bisa mengkaji apa apa yang bisa dilaksnakan. Karena tidak mungkin tiba tiba kita melaksanakan semua yang ada.” Ungkapnya sembari menambahkan kalau keberadaan LPD juga tunduk dengan faktor eksternal yang sulit dikendalikan. Karena itu dia berharap LPD Bualu akan menjadi lebih baik ke depannya.
“Harapannya ke depan pertama meningkatkan peran krama dalam menggunakan jasa LPD. Karena pada dasarnya LPD Bualu bisa bertahan dan melewati masa pandemi dikarenakan anugerah yang luar biasa dari Ida Sesuhunan. Kedua adalah karena sikap kita mau membuat diri dan belajar tentang apa yang kita hadapi. Setelah kita belajar, kita juga harus mempelajari yang terkait tentang tata kelola LPD. Ketiga adalah peran dan dukungan dari krama Bualu sebagai nasabah LPD. Karena tanpa dukungan krama mungkin LPD Bualu sudah tidal ada. Karena peran krama yang sangat bagus inilah sehingga LPD Bualu bisa seperti sekarang. Inilah yang perlu kita jaga dan kita tingkatkan. Tanpa peran dan dukungan masyarakat ini saya selalu pimpinan LPD Ini akan tidak ada artinya. Karena saya hanya selaku pengelola,” paparnya.
Dia juga berharap dukungan dari Prajuru selaku pengawas untuk terus melakukan pengawasan dan memberikan masukan sebagai kontrol dan pengawasan agar bisa terus berjalan sesuai koridor dan rel yang digariskan. Dia sangat mengapresiasi karena selama ini peran Prajuru juga sudah sangat bagus dalam memberikan masukan dan kontrol. Termasuk juga peran pemerintah yang sudah berjalan dengan baik dalam upaya menjaga kelestarian LPD selama ini. BWN-04

































