Konsumen Bali Mulai Waswas! Keyakinan Tetap Tinggi, Tapi Bayang-Bayang Ekonomi Global Bikin Warga Lebih Berhati-hati

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Di tengah ancaman perlambatan ekonomi global dan memanasnya tensi geopolitik dunia, optimisme masyarakat Bali masih bertahan. Namun, sinyal kewaspadaan mulai terlihat.

Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali pada Juni 2026 berada di level 121,5, masih berada di zona optimistis meski sedikit turun dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 121,9. Angka tersebut juga masih lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 117,8.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani dalam keterangannya, Selasa 21 Juli 2026 mengatakan turunnya indeks bukan berarti daya beli masyarakat melemah drastis. Sebaliknya, optimisme masih ditopang oleh kuatnya aktivitas ekonomi Bali, terutama dari kelompok masyarakat berpenghasilan menengah hingga menengah atas.

Baca Juga:  Lembaga Penerima Naker dan Perusahan Jepang Kunjungi FJLS

“Kenaikan optimisme paling besar terjadi pada kelompok pengeluaran Rp7–8 juta per bulan, disusul kelompok Rp1–2 juta, Rp3–4 juta, dan Rp4–5 juta. Keyakinan juga tetap tinggi di kalangan pekerja sektor formal maupun informal, ” ungkapnya.

Meski demikian, BI mencatat adanya penurunan pada Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) menjadi 123,7. Penurunan ini dipicu melemahnya harapan masyarakat terhadap peningkatan penghasilan dan prospek kegiatan usaha dalam enam bulan ke depan. Sebaliknya, ekspektasi terhadap peluang kerja justru masih meningkat.

Di sisi lain, kondisi ekonomi saat ini justru menunjukkan perbaikan. Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) naik menjadi 119,3 dari sebelumnya 117,5. Kenaikan didorong oleh membaiknya persepsi masyarakat terhadap lapangan kerja dan tingkat pendapatan saat ini dibandingkan enam bulan sebelumnya. Namun, konsumsi barang tahan lama masih mengalami penurunan.

Baca Juga:  Dibuka Gubernur Koster, Kejurnas Barongsai Diikuti 18 Provinsi

“Melemahnya ekspektasi masyarakat tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Kekhawatiran terhadap dampak konflik geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga komoditas dunia menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat lebih berhati-hati memandang kondisi ekonomi ke depan, ” ujarnya.

Untuk menjaga optimisme masyarakat dan stabilitas ekonomi Bali, BI terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Langkah yang dilakukan antara lain operasi pasar, pemantauan harga komoditas strategis, hingga menjaga kelancaran distribusi pangan agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga.

Baca Juga:  Rai Mantra - Jaya Negara Serahkan Memori Jabatan ke Plh. Walikota Denpasar, I Made Toya

Di sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen, dan Lending Facility sebesar 6,50 persen. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi Bali yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR