KKN Unwar di Desa Tajen, Tangani Sampah Hingga Desa Wisata

Iklan Home Page

Tabanan, baliwakenews.com

Tiga puluh mahasiswa Universitas Warmadewa, mengabdikan ilmu yang didapat saat perkuliahan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Pendamping KKN, Dr. Drs. I Wayan Gde Sarmawa, MM., menyerahkan mahasiswa KKN kepada Prebekel Desa Tajen, I Gusti Made Sukerta yang didampingi Sekretaris Desa I Made Sumiarta pada Rabu 23 Februari 2022.

Pendamping KKN, Dr. Drs. I Wayan Gde Sarmawa, MM., dalam acara penyerahan mahasiswa KKN, menitipkan mahasiswa untuk diberikan kesempatan belajar mengenal kehidupan di desa yang senyatanya. ” Saya harapkan selanjutnya mahasiswa kami, dibina dan dibimbing untuk melaksanakan program-program yang sudah dipilih oleh mahasiswa, ” ucap Sarmawa saat ditemui Selasa, 1 Maret 2022.

Tiga puluh mahasiswa yang terlibat dalam KKN kali ini berasal dari berbagai prodi di Universitas Warmadewa. Mereka diterima dengan baik oleh masyarakat desa melalui bapak prebekel, dan akan mengabdi 1 bulan di Desa Tajen sejak 23 Februari hingga 23 Maret 2022. “Untuk KKN kali ini fokus kegiatan kami adalah membantu masyarakat desa mengatasi sejumlah permasalahan desa yang sebelumnya sudah diidentifikasi oleh tim KKN Warmadewa. Ada kurang lebih 10 program yang dipersiapkan, namun dengan keterbatasan waktu, biaya, dan kemampuan mahasiswa, maka dipilih 3 program yaitu program penanganan sampah, pembudayaan aksara bali, dan pembuatan website Desa Tajen,” ungkap Sarmawa.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Hadiri Pujawali di Pura Bale Banjar Tamansari Sekaligus Resmikan Jalan Sugriwa-Subali

Lebih lanjut dituturkan salah satu program yaitu membuat website Desa Wisata Tajen yang sudah diakui sejak tahun 2017. Desa Tajen ditetapkan sebagai desa wisata sesuai SK No. 180/226/03/HK&HAM/2017 berbasis pertanian. Dimana diseputaran daerah pertanian dibangun lintasan tracking bagi pengguna baik pejalan kaki maupun pesepeda.

“Salah satu keunggulan desa wisata ini adalah wisatawan dapat menikmati pemandangan alam yang sejuk dan indah, karena dikelilingi oleh hamparan persawahan yang luas, terlebih lagi saat padi menguning. Wisatawan juga dapat melihat bagaimana para petani menyiapkan lahan pertaniaannya, dari membajak, menanam bibit, panen, dan lain sebagainya,” paparnya.

Sebelum pandemi Covid-19 menurut Prebekel Desa Tajen, I Gusti Made Sukerta, Desa Wisata Tajen banyak dikunjungi oleh tamu baik lokal maupun luar negeri, tetapi sekarang lagi sepi. Hal ini juga dikemukakan oleh Sekretaris Desa Tajen, I Made Sumiarta. Pihaknya sangat berharap, wabah ini segera berakhir, dan tamu-tamu kembali banyak yang datang ke Desa Tajen untuk berwisata.

Baca Juga:  Hilangnya Genta Keramat Pura Prajapati, Isyarat Gaib untuk Alam Bali atau Sekadar Pencurian?

Meskipun sepi, area wisata tetap dijaga kebersihan dan kerapiannya, walaupun tidak semaksimal saat tamu ramai. Mahasiswa KKN kali ini akan ikut terlibat dalam pembenahan sejumlah atribut kepariwisataan, seperti pembuatan tulisan-tulisan dengan menyertakan tulisan Bali (aksara Bali) sebagai salah satu bentuk penguatan budaya Bali. Selain itu, mahasiswa KKN juga mengajarkan anak-anak setingkat SD belajar menulis dan membaca aksara Bali, sebagai langkah awal pembudayaan aksara Bali. “Dalam upaya penyebaran informasi Desa Tajen sebagai desa wisata, mahasiswa juga akan membuat website tentang Desa Tajen, yang nantinya dapat diakses oleh siapa saja yang berkeinginan mengetahui tentang Desa Tajen secara lebih dalam, ” ucap Sarmawa.

Selain program kerja tersebut, lanjutnya, mahasiswa KKN di desa tajen juga akan membantu mensosialisasikan pentingnya menangani masalah sampah. Dimana sampah rumah tangga perlu dipilah antara sampah organik dan sampah non organik. Hal ini perlu dilakukan mulai dari tingkat rumah tangga, agar pengelolaan sampah lebih efektif dan efisien.

“Pihak desa sudah menjajaki kerjasama pengolahan sampah (khususnya sampah plastik) dengan pihak lain, namun belum final. Sosialisasi akan dilakukan melalui Ibu-Ibu PKK yang setiap satu bulan sekali turun ke jalan-jalan desa untuk melakukan pembersihan sekaligus membawa sampah rumah tangga ke tempat pengumpulan sampah, ” terangnya, sembari menegaskan pelaksanaan KKN tetap mengedepankan protokol kesehatan, salah satunya tetap menggunakan masker dalam melakukan aktivitas di desa.

Baca Juga:  Hadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-77 Tahun 2023, Bupati Sanjaya Ajak Polri Seiring Seirama Mengayomi Masyarakat

Dalam arahannya, Prebekel Desa Tajen, I Gusti Made Sukerta, menyambut baik adik-adik mahasiswa KKN, dan siap untuk bersama-sama mensukseskan program KKN. Pada dasarnya pihaknya menyetujui program yang dicanangkan oleh mahasiswa yaitu program penanganan sampah, pembudayaan aksara Bali, dan pembuatan website untuk memasarkan/memperkenalkan Desa Tajen sebagai desa wisata.

“Kami berharap dengan adanya website yang akan dirancang adik- adik mahasiswa ini akan dapat memasarkan Desa Wisata Tajen dengan lebih baik. Dengan demikian perekonomian masyarakat tentunya akan lebih terbantu, ” pungkas I Gusti Made Sukerta. *BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR