Denpasar, baliwakenews.com
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja sangat menyesalkan terjadinya insiden pengeroyokan terhadap wartawan salah satu media di Denpasar. Ia meminta Polresta Denpasar yang menangani kasus, secepatnya menuntaskan kasus pengeroyokan tersebut dan menegakkan hukum secara tegas kepada para pelaku.
Dikatakan, pihaknya sudah bertanya kepada Wartawan yang menjadi korban. “Dia bilang saat itu diundang untuk meliput acara di Caffee Monjali. Maka jelas bahwa ini kekerasan terhadap wartawan, karena dia mengalami penganiayaan dan pengeroyokan dalam konteks menjalankan tugas sebagai wartawan,” ucap pria yang akrab disapa Edo tersebut, Senin 15 November 2021.
Maka Edo dengan tegas meminta polisi secepatnya menuntaskan kasus tersebut. Sehingga ke depan tidak menjadi preseden buruk bagi wartawan yang sedang menjalankan profesinya melakukan peliputan peristiwa. “Saya harap polisi membuka seluas-luasnya kasus pengeroyokan tersebut. Jangan ada yang ditutupi supaya publik mendapat informasi yang terang benderang,” tandasnya.
Untuk diketahui sebelumnya sejumlah media memberitakan, seorang wartawan inisial AS mendapat perlakuan tidak baik di Caffee Monjali Denpasar. Ia dikeroyok oleh sekelompok orang yang juga sedang berada di tempat tersebut. Berdasarkan informasi yang berkembang di beberapa media, orang-orang yang menjadi tersangka pengeroyokan tersebut mengaku mabuk.
Para tersangka yang disebut-sebut melakukan penganiayaan merupakan adik-adik dari pengelola café yakni Boy dan Benny Toelle dan seorang rekan mereka Gen. Saat ini mereka sudah menjalani proses hukum di Polresta Denpasar.*BWN-03

































