Denpasar, baliwakenews.com
Mindset startup merupakan kunci utama, suksesnya calon startup menjadi startup unggul. Membentuk hal tersebut bukan hal yang mudah, sehingga dibutuhkan inkubasi yang bertujuan mendorong startup untuk membangun model dan strategi bisnis yang efisien dan efektif,
Asisten Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Cristina Agustin, A.Pi, MM., disela – sela kegiatan “Bootcamp: Increasing Business Capacity For Millennial Start-Ups”, Rabu 14 Juni 2023 mengatakan Program Pengembangan Kewirausahaan Nasional, salah satu strategi yang dilakukan adalah penumbuhan startup melalui inkubasi. Terkait hal ini, Kementerian Koperasi dan UKM mengadakan program Fasilitasi dan Pembinaan Startup. Dari program ini diharapkan tercipta startup yang inovatif, berkelanjutan, dan menyerap tenaga kerja dari para wirausaha muda, dengan target output 150 startups di tahun 2023 ini.
Untuk meningkatkan efektivitas kegiatan ini, pada pelaksanaan di Provinsi Bali, Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Inkubator Bisnis Universitas Hindu Indonesia ( INBIS UNHI). “Target kami startup yang mengikuti inkubasi ini dapat menjadi startup yang berkualitas dan memiliki usaha yang berkelanjutan. Sehingga mereka bisa menjadi cikal bakal startup di Bali dan mampu berkompetisi dengan startup dunia, ” ucapnya.
Sementara, Ketua Bidang Pengembangan Inkubasi Wirausaha, Keumala Dewi, SE.,MM., mengingatkan agar dalam bootcamp tersebut para startup mulai mempersiapkan mental untuk menghadapi para investor. Karena setelah proses inkubasi, KemenkopUKM akan menghadirkan investor dari Australia, Korea dan Jepang.
“Biar kualitas produknya bagus, tapi tenantnya mentalnya tidak siap maka tidak akan nyambung. Yang pertama mereka harus percaya diri dan yakin, pasti akan bisa meyakinkan investor, ” tandasnya.
Wakil Rektor IV UNHI, DR. I Komang Gede Santhyasa, ST., MT., mengatakan sebagai lembaga pendidikan UNHI tetap punya peran untuk mengedukasi masyarakat. Lewat INBIS UNHI, kampus memberikan manfaat besar kepada masyarakat terutama kepada UMKM dan tenant – tenant baru. Sehingga muncul wirausaha – wirausaha muda baru yang punya leader ship, punya teknopreneur ship dan sosiopreneur ship.
“Saya kira dua hal ini, tekno dan sosiopreneur ini perlu dikembangkan ke depan. Sehingga menjadi pengusaha yang tidak hanya konsen pada urusan bisnis saja, tapi juga peka pada persoalan – persoalan lingkungan sosial. Teknologinya menjadi satu alat, tapi juga punya kepekaan – kepekaan sosial, ” ucapnya.
Pihaknya mewakili lembaga sangat mendukung adanya kolaborasi yang apik dan menarik dengan KemenkopUKM dari sisi pendanaan. Sehingga diharapkan kegiatan tidak berakhir disini tapi terus berkelanjutan. Dengan demikian INBIS UNHI terus berkembang dan mencetak tenant – tenant baru yang lebih adaptif, kreatif dan inovatif.
Asisten Manajer Bidang Inovasi Inkubator Bisnis UNHI yang sekaligus sebagai Ketua Panitia kegiatan, Gede Agus Dian Maha Yoga, S.E., M.Si., menyampaikan bootcamp kerjasama KemenkopUKM dengan INBIS UNHI ini merupakan tempat startup (tenant) dimotivasi, kemudian difasilitasi tentunya agar bisa berkembang. “Sehingga level startup itu bisa naik kelas istilahnya. Di sesi ini juga diarahkan produk dari tenant – tenant ini nantinya untuk bisa dipertemukan dengan investor,” ucapnya.
Dikatakan, fokus dari inkubasi adalah bagaimana membentuk karakter seorang wirausaha yang berbasis startup ini agar memiliki daya juang dan daya saing yang memang nantinya mampu untuk miliki mimpi. “Berawal dari mimpi kemudian diimplementasikan menjadi suatu ide – ide, yang dituangkan dalam suatu bentuk prototype, kemudian diuji nantinya bisa menghasilkan produk. Proses itu yang ditekankan disini dan ini memang tidak mudah. Mengubah pola – pola kerja sebelumnya, karena startup memang memiliki kompleksitas, ada kaitan dengan teknologi, chanel, dan bagaimana mengkomunikasikan ide dan bisa merealisasikan, itu yang paling sulit karena harus dibentuk dengan kebiasaan – kebiasaan, dan treatment yang khusus, ” tandasnya.
Dengan berubahnya pola pikir diharapan setelah inkubasi, tenant menjadi tenant unggulan di Indonesia khususnya, menjadi merchan – merchan besar yang dikenal di masyarakat seperti Bukalapak, toko pedia dan sebagainya.
“Harapan kami rintisan startup ini akan jadi startup besar di Indonesia, ” pungkasnya. BWN-03
































