Kerambitan, baliwakenews.com
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kolaborasi Universitas Warmadewa (Unwar) dengan Universitas Teknologi Mara (UiTM) Malaysia, pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Merta Sari Werdhi Desa Kesiut, Kerambitan, Tabanan, Bali dilaksanakan sejak Juli 2025. PKM melakukan transfer teknologi pemanfaatan bunga Rosella sebagai pakan aditif pada budidaya ikan untuk peningkatan kualitas Ikan Lele.
PKM yang diketuai Dr.Dra.Sang Ayu Made Putri Suryani,M.Si., dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Pertanian,Sains dan Teknologi Unwar menghadirkan narasumber dari UiTM: Ts.Dr.Aida Firdaus Bt Muhammad Nurul Azmi dan Prof.Dr. Murni Marlina Abd Karim.
Sang Ayu Made Putri Suryani memaparkan penyakit merupakan kendala utama dalam usaha budidaya ikan karena dapat mempengaruhi pertumbuhan dan menimbulkan kematian. Salah satu metode pengendalian bakteri yang paling menjanjikan adalah dengan aplikasi bahan herbal yang diyakini dapat berkontribusi dalam menghadapi serangan patogen dan meningkatkan nafsu makan untuk mempercepat pemulihan dari penyakit.
“Penambahan suplemen makanan berupa serbuk tepung bunga rosela dapat meningkatkan kandungan nutrisi pakan,” ungkapnya di Kampus Unwar, Rabu 6 Agustus 2025.
Dengan penambahan 1000mg/kg tepung bunga rosela dapat meningkatkan pertumbuhan ikan dan sintasan. Antosianin merupakan pigmen alami dengan sifat antioksidan serta paling banyak ditemukan pada bagian- bagian tanaman. Antosianin merupakan subtipe senyawa organik dari kelompok flavonoid dan merupakan anggota kelompok senyawa polifenol. Pigmen antosianin ini, ujarnya dapat diperoleh dari bagian kelopak bunga rosella merah, karena rosella merah memiliki kadar antosianin sebesar 1,44 mg dari 1000 g kelopak bunga kering.
Namun secara umum budidaya ikan dihadapkan dengan permasalahan operasional terutama sektor pakan yang dikalkulasi mencapai 70%-80% dari seluruh biaya kegiatan produksi budidaya. “Cara yang teruji cukup efektif yang sudah banyak dilakukan pada aktivitas budidaya ikan yaitu dengan penambahan feed additive dengan metode coating. Bahan yang dapat digunakan untuk feed additive yaitu bunga rosella (Hibiscuss sabdariffa),” ujarnya.
Secara kuantitas bunga rosella mengandung fitokimia seperti α-terpinil asetat,pektin, anisaldehid, asam askorbat, kalsium oksalat, asam kaprilik, asam sitrat, asam asetat, etanol, asam format, asam pelargonik,asampropionate.
Lebih lanjut Sang Ayu Made Putri Suryani memaparkan, Prosedur Kegiatan PKM yang dilaksanakan yaitu diawali dengan pendekatan kepada KWT Merta Sari Werdhi, pemilihan tempat sekaligus memilih peserta, yang selanjutnya akan disebut sebagai peserta pelatihan. “Kemudian kami melakukan wawancara dan tanya jawab mengenai permasalahan yang dihadapi mitra, sekaligus merencanakan kegiatan yang menunjukkan langkah-langkah solusi atas persoalan yang dihadapi,” paparnya.
Setelah mengetahui persoalan yang dihadapi mitra, Tim PKM menyiapkan dan menjelaskan materi yang dilaksanakan oleh tim dari UiTM Malaysia dalam bentuk modul yang berisikan cara pembuatan tepung bunga rosella pada pakan buatan dan air kolam sehingga dapat meningkatkan kualitas ikan dan lingkungan tetap terjaga dari bahan bahan kimiawi.
Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan praktek pembuatan produk ekstrak tepung bunga rosella. Dan melakukan ealuasi kemajuan.
Kegiatan PKM ini telah dilaksanakan sejak Juli 2025, diawali dengan kegiatan penyuluhan oleh tim dari UiTM Malaysia tentang teknik pengendalian penyakit pada Ikan Nila. Kemudian dilakukan praktik langsung pembuatan tepung bunga rosella dan ekstrak daun mimba, serta aplikasi langsung pada Ikan Lele yang terkena penyakit oleh tim dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Warmadewa dan dilanjutkan dengan evaluasi terhadap pelaksanaan program.
“Melalui PKM ini telah terjadi peningkatan pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan alami yaitu bunga rosella untuk meninggkatkan daya tahan tubuh ikan terutama pada saat terjadinya penurunan suhu air budidaya ikan dan sebagai pengendali penyakit ikan. Yang terbukti dengan peningkatan produksi Ikan Lele yang free patogen,” tandasnya.
Tim PKM juga akan menyerahkan alat yang digunakan untuk pembuatan produk dan bibit ikan, saat masa pelaksanaan PKM berakhir. Hal ini sebagai motivasi untuk menggunakan bahan alami pada pakan dan kolam pemeliharaan dalam budidaya ikan untuk mendapatkan pertumbuhan yang lebih cepat dengan harga yang relative murah.
“Informasi selengkapnya dapat dilihat pada website www.warmadewa.ac.id”. BWN-03

































