Denpasar, baliwakenews.com – Malam telah larut ketika IMJ, seorang pria berusia 62 tahun, melangkahkan kaki ke sebuah vila sunyi di kawasan Pegok, Sesetan, Denpasar Selatan. Niatnya sederhana, bertemu dengan temannya, Ade Adriansah, pria paruh baya yang telah lama bekerja sebagai penjaga vila milik seorang warga negara asing. Tapi malam itu bukan malam biasa dan pintu yang tak kunjung dibuka menjadi pertanda awal dari sebuah tragedi.
Panggilan demi panggilan tak berjawab. Suasana vila tetap hening, seolah menyembunyikan rahasia kelam di balik dindingnya. IMJ akhirnya memberanikan diri masuk. Di tengah lorong remang, ia menemukan kenyataan yang mengejutkan tubuh Ade tergeletak di kamar mandi dalam kondisi mengenaskan, telungkup, tubuhnya gosong, dan tertindih balok kayu yang juga hangus terbakar.
“Korban ditemukan dalam posisi telungkup, tubuhnya gosong dan tertindih balok kayu terbakar,” ujar seorang sumber dari kepolisian yang ditemui Senin (26/5). Sumber tersebut menambahkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara, ada dugaan kuat bahwa Ade terlebih dahulu dianiaya dengan balok kayu sebelum akhirnya dibakar.
Malam itu, aroma duka bercampur dengan rasa ngeri menyelimuti vila yang sebelumnya hanya dikenal sebagai tempat singgah sunyi di antara hiruk-pikuk Denpasar. Polisi yang datang ke lokasi mengungkap kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana. Pelaku diduga orang yang dikenal dekat dengan korban menyimpan niat jahat yang tak disangka oleh Ade, pria yang dikenal pendiam namun ramah di lingkungan sekitarnya.
Hingga saat ini, identitas pelaku masih dalam penyelidikan. Namun menurut sumber, tim buser Polresta Denpasar telah bersiap melakukan penangkapan. “Malam ini anggota buser akan bergerak,” ujarnya tanpa merinci lebih lanjut.
Ade Adriansah, 54 tahun, dikenal sebagai pria sederhana. Sehari-hari, ia tinggal sendiri di vila tempat ia bekerja. Tak banyak yang tahu soal latar belakangnya, kecuali bahwa ia dipercaya oleh pemilik vila asal luar negeri untuk menjaga properti itu. Kepercayaan itu berujung tragis di malam Sabtu kelam itu.
Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi, membenarkan peristiwa tersebut. “Masih dalam penanganan Polsek Denpasar Selatan. Mudah-mudahan segera terungkap,” ujarnya singkat.
Kini, vila itu bukan lagi tempat istirahat mewah melainkan saksi bisu dari sebuah kematian mengenaskan. Dan di balik garis polisi yang melintang, sebuah pertanyaan besar masih menggantung, siapa yang tega menghabisi nyawa Ade, dan mengapa?
Sementara jawaban masih dicari, sunyi malam Pegok seolah terus memutar ulang detik-detik terakhir hidup penjaga vila yang tak sempat berpamitan. BWN-01

































