Kekerasan Seksual Anak: Pernikahan Dini dan Keberagaman Gender Jadi Sorotan

Iklan Home Page

Singaraja, baliwakenews.com

Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Buleleng menjadi catatan tersendiri dalam perkembangannya, mengingat dampaknya tidak hanya secara pisik dan psikis kepada korban. Hal tersebut juga akan menghambat program proritas nasional dalam menurunkan angka stunting dimana keluarga berperan penting terhadap faktor stunting.

Menyikapi hal tersebut, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Buleleng gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Ketua PKBI Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, mengungkapkan bahwa pernikahan dini menjadi salah satu akar masalah.

Baca Juga:  Terjerat Pinjol, Karyawan Bandara Ngurah Rai Curi ATM Temannya

“Pernikahan dini bukan hanya merugikan anak perempuan, tapi juga berpotensi memicu kekerasan dalam rumah tangga,” tegas dr. Arya saat menjadi narasumber di acara Obras di salah satu radio swasta, Jumat 19 Juli 2024.

Lebih dari itu, penanganannya perlu adanya sinergitas dari semua pihak, termasuk satuan pendidikan guna menjamin perlindungan perempuan dan anak secara berkesinambungan. Langkah itu bisa dimulai dengan memberikan pendampingan serta literasi prihal dampak kekerasan seksual.

Pihaknya menyoroti pentingnya penerimaan terhadap keberagaman gender. “Konsep gender jauh lebih kompleks dari sekadar laki-laki dan perempuan. Kita harus mengakui dan menghormati semua variasi gender. PKBI berkomitmen untuk melindungi hak-hak semua individu, termasuk kelompok minoritas ini,” imbuhnya.

Baca Juga:  Masuk Bursa Calon Bupati Badung, Adi Arnawa Enggan Komentar Banyak

Sementara itu, dr. Klarisa Salim dari instalasi forensik dan medikolegal RSUD Buleleng mengungkapkan bahwa kasus kekerasan seksual pada anak seringkali sulit diungkap karena minimnya laporan dan bukti. “Pernikahan dini pada anak menjadi perhatian khusus bagi orang tua. Undang-undang sudah jelas melarang hal ini, namun masih banyak yang belum memahami,” ujarnya.

Baca Juga:  Terima Uluran Tali Kasih, Nenek Menetes Air Mata

Untuk mengatasi masalah ini, berbagai pihak harus bersinergi. Pemerintah daerah perlu memperkuat regulasi dan penegakan hukum terkait perlindungan anak. Selain itu, sosialisasi dan edukasi tentang seksualitas, gender, dan kekerasan seksual harus ditingkatkan, terutama di kalangan remaja dan orang tua. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR