Kreneng, baliwakenews.com
Aparat Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali mengungkap kasus judi online jenis slot dengan omset ratusan juta perbulan. Selain menangkap bandarnya, berinisial GPP (28), petugas juga menangkap tiga selebgram seksi, FL (30), DPL (29) dan JIS (22) yang mempromosikan judi tersebut.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Satake Bayu, didampingi Wadir Reskrimsus AKBP Ranefli Dian Candra mengatakan, awalnya tim siber melakukan penelusuran di media sosial. Kemudian, beberapa akun di Facebook ada yang mempromosikan judi slot. “Ada sejumlah akun kami temukan. Dan yang mempromosikan wanita berpakaian seksi yang kami duga selebgram,” bebernya, Kamis (1/6).
Kemudian setelah dilakukan penelusuran, pada Rabu (31/5) malam, akhirnya diketahui alamat dan lokasi ketiga wanita itu melakukan live streaming. “Anggota kami bergerak di lapangan. Dan diketahui jika mereka sedang melakukan live streaming judi slot di salah satu rumah di wilayah Buduk, Badung. Dan saat itu ketiga wanita yang sedang melakukan live diamankan,” kata Satake.
Setelah diinterogasi, ketiga perempuan itu mengaku dipekerjakan oleh bandar judi slot, yakni GPP. Dan mereka diupah masing-masing 10 juta sebulan berdasarkan kontrak kerja “Tersangka GPP lantas ditangkap di rumahnya di kawasan Abianbase, Badung, beberapa menit setelah menangkap ke tiga wanita itu,” imbuh Satake.
Menurut Satake, ketiga wanita itu, yakni FL asal Dalung, JIS asal Buduk dan DPL asal Dalung, Badung itu mengaku tertarik pekerjaan dari GPP karena gaji yang cukup besar. “Awalnya mereka ini adalah selebgram yang biasa menampilkan kemolekan tubuh di media sosial. Dan akhirnya bergabung dengan tersangka GPP. Judi slot itu dijalani tersangka GPP sejak 2022 lalu,” katanya.
Diungkapkan Satake, tersangka GPP sebagai pemilik jaringan link judi online slot. Dan ketiga wanita lainnya merupakan karyawan yang bertugas sebagai host live streamer, mempromosikan dan sebagai mentor cara main judi slot. “Sebulan omset judi online slot itu mencapai ratusan juta rupiah,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakannya, tersangka menjalankan tiga link akun Facebook. Seperti akun Fans Page Facebook atas nama Mami Queen dengan link url: https://www.facebook.com/profile.php?id=100068666106580 dengan jumlah pengikut sebanyak 70.000 followers dan 10.000 like, sedang melakukan live streaming yang diduga bermuatan perjudian dengan link url live: https://www.facebook.com/100068666106580/videos/1410943819750411/.
Kemudian akun Fans Page Facebook atas nama Zona Baper dengan link url: https://www.facebook.com/profile.php?id=100068358796509 dengan jumlah pengikut sebanyak 125.000 followers dan 13.000 like sedang melakukan live streaming yang diduga bermuatan perjudian dengan link url live: https://www.facebook.com/100068358796509/videos/1300759627203439/.
Terakhir akun fans page facebook atas nama Julehot Gimang dengan link url: https://www.facebook.com/profile.php?id=100078877292859 dengan jumlah pengikut sebanyak 5.100 followers dan 2.900 like sedang melakukan live streaming yang diduga bermuatan perjudian dengan link url live: https://www.facebook.com/100078877292859/videos/1707739753038372/ .
Dan para tersangka dijerat melanggar tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan, membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan perjudian. Mereka dijerat dengan pasal 45 ayat (2) jo pasal 27 ayat (2) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. “Para tersangka telah diamankan di Rutan Polda Bali,” tegasnya.
Ketiga Selebgram Promosikan Judi Karena Tergiur Gaji Besar
UNTUK mengelabui petugas, tiga selebgram seksi berinisial FL, DPL, dan JIS menyamarkan aktifitas melakukan live streaming dengan menggunakan topeng. Hanya mengandalkan pakaian seksi, dan memandu para pemain sambil joget-joget, mereka mampu mendapatkan penghasilan yang tinggi.
“Mereka ini cukup licin menyamarkan identitas, mereka mempromosikan link web judi slot yang jaringannya berasal dari luar negeri,” kata Wadirreskrimsus Polda Bali AKBP Ranefli Dian Candra
Untuk mendapatkan banyak penonton, mereka memakai pakaian-pakaian seksi dengan menonjolkan lekuk tubuh yang sensual. Meski demikian, mereka tetap menyamarkan wajah dengan memakai topeng. “Kami tidak mengamankan ada uang tunai, karena transaksinya diduga keseluruhan melalui rekening bank, ini sedang kami selidiki,” ujar Perwira Melati Dua di pundak tersebut.
Sementara itu, mengenai studio yang dijadikan lokasi streaming, adalah sebuah rumah yang disewa oleh GPP. Dari lokasi, polisi mengamankan beberapa monitor dan komputer dengan alat elektronik lainnya, seperti speaker, keyboard, dan light ring.
Alat-alat itu yang digunakan JIS, FL, dan DPL melakukan streaming menggunakan akun masing-masing. Pihaknya kini masih mendalami jumlah orang yang bermain dalam link web judi slot yang dipromosikan para tersangka. Namun berkaca dari jumlah followers di akun media sosial mereka, maka diduga para pemain mencapai puluhan ribu. BWN-01

































