Kasus Bunuh Diri di Bali Meningkat, Pendekatan Pencegahan Perlu Dievaluasi

Iklan Home Page

Mangupura, Baliwakenews.com – Meningkatnya kasus bunuh diri di Bali menjadi alarm bagi upaya pencegahan yang selama ini dilakukan. Pengamanan infrastruktur dan pengawasan di lokasi rawan dinilai belum cukup tanpa diimbangi penanganan persoalan kesehatan mental, tekanan hidup, serta penguatan dukungan sosial bagi masyarakat yang rentan.

Guru Besar sekaligus dokter spesialis psikiatri Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, S.Ked., Sp.KJ., Subsp.K.(K), MARS, mengatakan, pencegahan bunuh diri perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih menyeluruh.

Upaya tersebut tidak cukup hanya berfokus pada lokasi yang berpotensi menjadi tempat kejadian, tetapi juga harus menyentuh persoalan yang dihadapi individu.

Hal itu disampaikan Cokorda Bagus dalam 6th International Zero Suicide Summit 2026 di The Apurva Kempinski, Nusa Dua, pada 13–14 Oktober 2026.

Menurutnya, pengamanan infrastruktur tetap diperlukan untuk mengurangi risiko. Namun, langkah tersebut perlu diikuti upaya memahami kondisi psikologis dan persoalan hidup yang dapat mendorong seseorang berada dalam situasi rentan.

Ia mencontohkan, ketika terjadi kasus seseorang melompat dari jembatan, respons yang dilakukan biasanya berupa pemasangan pengaman pada jembatan tersebut. Meski penting, pendekatan itu belum tentu menjawab persoalan mendasar yang dialami orang tersebut.

Cokorda menilai, pendekatan pencegahan perlu menempatkan manusia sebagai pusat perhatian. Kondisi psikologis, lingkungan sosial, hubungan interpersonal, dan kemampuan seseorang menghadapi tekanan hidup perlu menjadi bagian dari strategi pencegahan.

Baca Juga:  Koster Dan Menteri LH Sidak Sampah Bali, Open Dumping Ditarget Habis Agustus 2026

Tekanan ekonomi dan situasi global yang semakin berat juga dapat menambah beban masyarakat. Kendati demikian, persoalan bunuh diri tidak bisa dilihat semata-mata sebagai dampak kesulitan ekonomi.

Masalah keluarga, konflik hubungan interpersonal, hingga kesulitan mengungkapkan persoalan kepada orang terdekat dapat menjadi beban yang dirasakan seseorang. Dalam kondisi tertekan, seseorang bisa merasa sendirian dan kesulitan menemukan jalan keluar.

Karena itu, dukungan sosial, ruang aman untuk bercerita, serta akses terhadap bantuan profesional menjadi bagian penting dalam pencegahan. Lingkungan keluarga dan masyarakat juga perlu dibangun agar individu yang sedang menghadapi persoalan merasa didengar dan tidak harus menanggung beban sendirian.

Persoalan meningkatnya kasus bunuh diri di Bali menjadi salah satu sorotan dalam 6th International Zero Suicide Summit 2026. Untuk pertama kalinya digelar di Indonesia, forum internasional tersebut mempertemukan komunitas pencegahan bunuh diri, pemimpin layanan kesehatan, akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, serta praktisi kesehatan jiwa dari lebih dari 30 negara.

Mengusung tema “Turning the Tide Toward Zero”, konferensi ini diselenggarakan Zero Suicide International®️ bekerja sama dengan Henry Ford Health dan bermitra dengan Wellspring Center Indonesia.

Executive Director Zero Suicide International, Brian Ahmedani, menegaskan, pencegahan bunuh diri membutuhkan lebih dari sekadar intervensi pada tingkat individu. Sistem yang terintegrasi diperlukan untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan komunitas, sekaligus memastikan praktik berbasis bukti dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Tinjau Posko Satgas Covid-19 di Kutsel, Ini Pesan Wabub Suiasa

Sementara itu, Founder and Chairman Wellspring Center Indonesia, Sandersan Onie, PhD, yang juga merupakan peneliti Harvard Medical School sekaligus bagian dari Steering Committee Summit, mengatakan, penyelenggaraan forum internasional di Indonesia menjadi kesempatan untuk mempertemukan pembelajaran global dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Menurutnya, keragaman sosial dan budaya Indonesia perlu menjadi pertimbangan penting dalam merancang strategi pencegahan bunuh diri. Pendekatan yang berhasil di negara lain tidak dapat diterapkan begitu saja tanpa memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat lokal.

Selama dua hari penyelenggaraan, Summit menghadirkan sesi pleno, diskusi panel, dan sesi poster ilmiah. Berbagai topik dibahas, mulai dari penguatan kemitraan dalam sistem kesehatan nasional dan lintas negara, pemanfaatan teknologi digital serta Electronic Health Records (EHR), peningkatan kapasitas komunitas dan tenaga kesehatan, hingga pendekatan berbasis budaya melalui seni dan musik.

Forum ini juga membahas pentingnya pelibatan orang yang memiliki pengalaman hidup langsung atau lived experience dalam upaya pencegahan bunuh diri. Sejumlah tokoh Indonesia dan mancanegara turut berpartisipasi, termasuk dr. Imran Pambudi, MPHM, perwakilan Kementerian Kesehatan RI, serta Greysia Polii, tokoh publik dan advokasi. Brian Ahmedani bersama sejumlah pakar dan praktisi kesehatan jiwa dari Amerika Serikat juga hadir dalam forum tersebut.

Baca Juga:  Edukasi Masyarakat, DJP Luncurkan Simulator Coretax

Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa pencegahan bunuh diri membutuhkan kerja bersama lintas sektor, mulai dari pemerintah, layanan kesehatan, akademisi, komunitas, hingga masyarakat luas.

Pesan utama yang diusung dalam Summit tersebut adalah bunuh diri dapat dicegah melalui aksi bersama dan sistem dukungan yang memadai.

Bagi Bali, meningkatnya kasus bunuh diri menjadi pengingat bahwa kesejahteraan masyarakat tidak cukup diukur dari pertumbuhan pariwisata maupun citra kebahagiaan.

Kesehatan mental, kemampuan menghadapi tekanan hidup, serta ketersediaan dukungan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan perlu mendapat perhatian dalam agenda pembangunan.

Pencegahan yang efektif harus berjalan melalui dua jalur sekaligus, yakni mengurangi risiko di lokasi rawan dan memperkuat kemampuan sistem kesehatan, keluarga, serta komunitas dalam mengenali dan membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan kolaboratif, upaya pencegahan diharapkan dapat menjangkau persoalan yang selama ini belum tertangani secara optimal. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR