Mangupura, baliwakenewa.com
Kerusakan sejumlah ruas jalan di kawasan Kuta Selatan (Kutsel) yang sempat dikeluhkan masyarakat langsung mendapat respons cepat dari pemerintah. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung bergerak melakukan perbaikan demi menjaga kenyamanan dan citra kawasan pariwisata internasional tersebut.
Beberapa titik jalan dilaporkan berlubang setelah diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Di antaranya berada di kawasan Nusa Dua Selatan, jalur yang pernah menjadi lokasi event internasional G20 serta di Jalan Pratama menuju Tanjung Benoa, akses vital bagi aktivitas pariwisata.
Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta, membenarkan adanya laporan kerusakan tersebut. Menurutnya, curah hujan tinggi menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan aspal.
“Kalau jalan itu salah satu musuhnya memang air, karena bisa membuat kondisi aspal cepat rusak,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Ia menilai keluhan yang disampaikan tokoh masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap wilayahnya. Mengingat Kutsel merupakan etalase pariwisata Bali di mata dunia, kondisi infrastruktur menjadi perhatian bersama.
Seluruh laporan yang masuk, kata dia, langsung diteruskan ke dinas terkait dan ditindaklanjuti. Untuk Jalan Pratama, bahkan pada Sabtu lalu tim PUPR sudah turun melakukan perbaikan sementara pada titik-titik berlubang. “Sabtu kemarin tim PUPR sudah turun melakukan perbaikan di sana,” jelasnya.
Sementara di kawasan Nusa Dua Selatan, pengaspalan juga dilakukan pada hari yang sama setelah laporan diterima. Ke depan, Jalan Pratama telah masuk dalam rencana peninggian badan jalan sekaligus penataan drainase pada tahun ini guna mengantisipasi genangan air yang kerap mempercepat kerusakan.
Pihak kecamatan mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan kerusakan jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Selain itu, warga juga diminta tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem serta rutin menjaga kebersihan lingkungan melalui gotong royong dan perampesan pohon rawan tumbang sebagai langkah antisipasi musim hujan.
Langkah cepat penanganan ini diharapkan mampu memastikan kenyamanan wisatawan dan masyarakat, sekaligus menjaga reputasi Kuta Selatan sebagai destinasi unggulan Bali. BWN-04






























