Denpasar, Baliwakenews.com
Pengkab Muaythai Indonesia (MI) Klungkung berharap banyak atletnya bisa menjadi bagian tim Pra-PON Bali ini. Rencananya, Pengprov MI Bali akan menggelar seleksi untuk tim Pra-PON tersebut dengan memanggil fighter juara Porprov Bali XV (emas dan perak) maupun hasil Kejurnas 2022 lalu.
MI Klungkung sendiri jika mengacu dari kualitas fighternya, prediksi atletnya lolos sebanyak 80 persen. Nama-nama tersebut yakni Ni Ketut Della Antari kelas 45kg putri (emas Porprov), Aprillia Nurul Setiawan kelas 51kg putri (emas Porprov), Putu Rina Aita kelas 60kg putri (perak Porprov), Juardianus Kirinus Mau kelas 48kg putra (perak Porprov), I Wayan Tino Kusumawardana kelas 58kg putra (emas Porprov), Andhika Yudha Pamungkas kelas 60kg putra (emas Porprov), A. A Marshel Neomonarchy Ananda kelas 63kg putra (emas Porprov), I Wayan Yoga Sedana Putra kelas 71kg putra (emas Porprov), dan Dimas Avriza Setiawan kelas 63kg putra (emas Kejurnas Junior 2022).
Ketua Pengkab MI Klungkung, I Nyoman Suprapta didampingi pelatih yang menukangi tim Muaythai Porprov Klungkung lalu, Ade Iwan Setiawan, Kamis (19/1) menjelaskan, 80 persen itu jika direalistiskan sebanyak 4 sampai 5 orang fighter putra maupun putri. Meski belum ada pemanggilan resmi dari pihak Pengprov MI Bali, namun informasi awal ini sudah disampaikan kepada fighter. Apalagi pihak KONI Klungkung berharap besar agar tim Pra-PON Bali tersebut banyak diperkuat oleh fighter Klungkung. “Ini menjadi PR besar bagi kami, tapi kami rasa optimis anak-anak kami bisa melaluinya dan menjadi bagian tim Pra-PON Bali tersebut,” kata Suprapta diamini Iwan Setiawan.
Sementara Iwan Setiawan menambahkan, di tengah menunggu pemanggilan tersebut, pihaknya telah memberikan imbauan agar fighter tetap menjaga kondisi fisik, kebugaran, serta terus mengasah teknik. Karena pasca Porprov Bali XV lalu seluruh fighter dikembalikan ke camp mereka masing-masing. “Saya memberi saran untuk berlatih sendiri-sendiri dulu karena jika sewaktu-waktu ada panggilan seleksi, atlet sudah siap dan tidak mengulang dari awal lagi,” tegas mantan pelatih taekwondo ini.
Selain itu, informasi yang diterima Iwan yakni di ajang nasional seperti Pra-POn maupun PON untuk kelas tarung itu aturan pertandingan mengalami perubahan. Seperti halnya tanpa adanya body protector lagi. Otomatis badan akan menjadi ‘samsak’ hidup lawan atau sebaliknya. Dampaknya pola latihan juga turut dirubah. “Saat kejurnas lalu terutama di kelas seleknas, body protector sudah tidak dipakai lagi hanya memakai pelindung kepala, sarung tangan dan skin. Ini harus bisa dipahami atlet, apalagi umur mereka masih muda yang bisa saja melawan yang lebih senior,” tandas Iwan sembari mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu surat panggilan resmi dari pihak MI Bali. BWN-06


































