Dorong UMKM Herbal Naik Kelas, Dinkes Bali Bangun “Jembatan Kemitraan” dari Petani hingga Pasar

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Upaya mendorong industri obat bahan alam di Bali naik kelas terus digencarkan. Dinas Kesehatan Provinsi Bali melalui UPTD Pengujian, Pengembangan Obat Tradisional dan Pengelolaan Perbekalan Kesehatan (PPOT&PPK) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Jembatan Kemitraan”, Kamis (30/4/2026), di Denpasar.

Forum ini menjadi ruang strategis mempertemukan pelaku UMKM, akademisi, pemerintah, petani hingga media untuk menyelaraskan kebutuhan industri herbal dengan layanan pengujian dan pengembangan yang tersedia.

Kepala UPTD PPOT&PPK, Ni Wayan Desi Ariani, S. Si., Apt. M. Si., menegaskan bahwa penguatan sektor obat bahan alam tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus dibangun melalui kolaborasi dari hulu hingga hilir.

“Produk herbal tidak hanya soal komoditas, tetapi harus memenuhi aspek keamanan, mutu, dan khasiat. Karena itu, dibutuhkan sinergi antara petani, pelaku usaha, akademisi, hingga pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, FGD ini merupakan bagian dari Forum Konsultasi Publik untuk menyerap langsung aspirasi pengguna layanan, khususnya UMKM, sekaligus mengukur kualitas layanan yang telah diberikan oleh UPTD.

Baca Juga:  Muhammad Ridho Susul Fadil Sausu Hengkang dari Bali United

Dalam paparannya, Desi mengungkapkan tiga fokus utama pengembangan ke depan. Pertama, penguatan medical wellness tourism yang memanfaatkan posisi Bali sebagai destinasi wisata dunia. Produk herbal dan layanan kesehatan tradisional dinilai berpotensi menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata berbasis kesehatan.

Kedua, pengembangan health care berbasis bahan alam yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga mendukung upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Ketiga, integrasi layanan kesehatan, mulai dari rumah sakit, klinik, hingga pusat kebugaran, agar mampu menghadirkan layanan komprehensif yang menggabungkan pendekatan konvensional dan berbasis bahan alam.

“Kita ingin layanan kesehatan di Bali tidak hanya lengkap, tetapi juga memiliki nilai tambah berbasis kearifan lokal,” tegasnya.

Salah satu sorotan dalam forum ini adalah pentingnya memperkuat rantai pasok dari hulu. Ketersediaan bahan baku berkualitas sangat bergantung pada petani sebagai aktor utama dalam budidaya tanaman obat.

Baca Juga:  Dosen Universitas Warmadewa Dampingi Petani Desa Tangkas Tingkatkan Produktivitas Pertanian Lewat Pupuk Mikro dan Kompos Lokal

Di sisi lain, UPTD PPOT&PPK berperan dalam proses hilirisasi, mulai dari pengolahan pascapanen, pengujian laboratorium, hingga standarisasi produk agar memenuhi regulasi.

“Di sinilah pentingnya jembatan kemitraan. Kita hubungkan petani, UMKM, hingga proses pengujian dan pengembangan agar produk bisa bersaing di pasar,” jelas Desi.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan akademisi dalam memperkuat basis ilmiah produk herbal. Pengetahuan empiris yang selama ini berkembang di masyarakat perlu diuji secara ilmiah agar memiliki legitimasi dan daya saing lebih luas.

Target: Produk Herbal Bali Berstandar dan Berdaya Saing

FGD ini diikuti berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, Ikatan Apoteker Indonesia, pelaku UMKM obat tradisional, kelompok tani, hingga media massa.

Baca Juga:  Mantapkan Koalisi Jelang Pilkada, Golkar Provinsi Motivasi Jembrana

Hasil diskusi nantinya akan dirumuskan dalam berita acara kesepakatan sebagai dasar perbaikan layanan dan pengembangan kebijakan ke depan.

Dengan pendekatan kolaboratif ini, Pemerintah Provinsi Bali menargetkan produk obat bahan alam lokal tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas dengan standar mutu yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Bali tengah menyiapkan diri menjadi pusat pengembangan herbal berbasis kearifan lokal yang terintegrasi dengan sektor kesehatan dan pariwisata.

Untuk mendapatkan informasi terkait layanan PPOT&PPK dapat mengakses media sosial :
Facebook Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) Provinsi Bali
IG : uptd.ppotppk.bali
YouTube : UPTD.PPOT-PPK
Tik tok: uptd.ppotppk.dinkes
WhatsApp di 08199887 3446. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR