Mangupura, baliwakenews.com
Setelah viral karena meresahkan para orang tua siswa, ketua geng remaja yang bernama Bajing Kids meminta maaf. Geng yang merekrut anak-anak remaja untuk minum-minum keras, serta melakukan aksi kriminal itu diketuai oleh pelajar SMP bernama Gergorius Franciscus Kapitan.
Siswa kelas IX salah satu SMP di Denpasar itu meminta maaf dan membubarkan geng nya. Terkait dugaan aksi kriminalitas yang mereka lakukan, saat ini masih diselidiki oleh pihak kepolisian.
Melalui sebuah video, Gergorius Franciscus Kapitan, menyampaikan permintaan maafnya, Jumat (21/7). “Saya sebagai ketua Bajing Kids ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas video viral saya saat pemilihan perangkat Bajing Kids, saya tidak akan mengulangi lagi, mulai sekarang Bajing Kids bubar,” ucapnya.
Sedangkan hasil penyelidikan Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta terhadap geng ini, terungkap jika video yang viral terjadi di Villa Amansmara Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung, pada Sabtu 15 Juli 2023.
Sementara Kabidhumas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, geng ini beranggotakan 41 pelajar SMP dan SMA di wilayah Badung dan Denpasar.
Ketua geng ini, merekrut anggotanya dengan memasukkan ke grup whatsapp. Selanjutnya membayar iuran Rp 50 ribu peranak. Uangnya dipakai pesta miras, merokok dan kegiatan negatif lainnya, yang dapat membahayakan dan merusak mental anak-anak pelajar tersebut. “Kejadian ini sudah diketahui oleh pihak sekolah di SMP tersebut dan langkah dari kepala sekolah sudah mengumpul orang tua siswa dimaksud dan sepakat untuk membubarkan WA group Bajing Kids,” tandas Jansen.
Lebih lanjut Jansen mengatakan, tindak lanjut dari Kepolisian, dengan mendata 41 nama-nama dari geng ini dan dikumpulkan untuk diberikan pemahaman serta pengarahan. “Kalau terbukti melakukan aksi kriminal mereka bisa diberi sanksi, untuk memberikan efek jera agar tidak mengulangi perbuatannya,” ucapnya.
Mencegah kejadian serupa, sambung Jansen, kepolisian tetap mengedepankan fungsi Binmas dan berkoordinasi dengan Disdikpora Kota Denpasar, pengawas dan pihak sekolah, serta para orang tua siswa. “Dengan adanya kejadian ini, kami Polda Bali mengimbau kepada para orang tua siswa, agar mengawasi pergaulan anak-anaknya dan sesering mungkin diajak berkomunikasi, serta kumpul keluarga ataupun diajak beraktifitas positif lainnya,” pungkas mantan Kapolresta Denpasar itu. BWN-01

































