Badung, Baliwakenews.com
Gara-gara tak diberi uang oleh ibunya, seorang pria berinisial I.B.S.A.M. (32) mengamuk dan merusak sejumlah pelinggih serta bangunan merajan di Griya Gede Buduk, Banjar Sengguan, Desa Buduk, Mengwi, Badung. Peristiwa itu terjadi Rabu (7/1) sekitar pukul 10.00 Wita dan menyebabkan kerugian mencapai Rp200 juta.
Aksi perusakan sebenarnya mulai terendus sejak Selasa (6/1) malam, ketika seorang warga berinisial I.W. mendengar suara benturan keras dari arah tempat persembahyangan sekitar pukul 21.00. Saat dicek, kerusakan ditemukan pada sejumlah pelinggih seperti Piasan, Pelinggih Ratu Ngurah, Padma, Rong Tiga, Surya Natah, dua patung pelengkap, bale dangin, serta beberapa pot bunga.
Kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Mengwi. Kapolsek Mengwi Kompol A.A. Gede Rai Darmayasa menyampaikan bahwa timnya melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi. “Kurang dari satu jam, sekitar pukul 15.00, pelaku berhasil diamankan di rumahnya yang tidak jauh dari lokasi,” ujarnya, Senin (12/1).
Polisi menyita sebilah pipa besi sepanjang 64 sentimeter yang diduga digunakan pelaku. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengamuk setelah permintaan uang Rp3 juta kepada ibunya, I.A.K.P., ditolak karena sang ibu tidak memiliki uang. “Pelaku mengaku merasa dikucilkan keluarga dan jarang diberi makan, bahkan hanya menerima Rp100 ribu setiap meminta bantuan,” kata Darmayasa.
Pelaku dijerat Pasal 305 ayat (2) jo Pasal 521 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Penyidik masih mendalami kemungkinan motif lain dalam kasus perusakan tempat suci tersebut. BWN-01































