Ubung, baliwakenews.com
Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali mengutus 20 atlet yang disiapkan dalam ajang Babak Kualifikasi (BK) PON XXI pada 23-31 Oktober 2023 di Semarang, Jawa Tengah. Dalam skuad itu, juara dunia Desak Made Rita Kusuma Dewi turut disertakan.
Ketua Umum Pengprov FPTI Bali, I Putu Yudi Atmika, Senin 16 Oktober 2023 mengatakan, Desak Made Rita Kusuma Dewi akan merangkap di disiplin Speed World Record (WR) baik beregu maupun perorangan.
“Kalau dulu Desak Rita turun di disiplin combaik yakni speed, lead, dan boulder. Sekarang dia hanya di satu disiplin speed saja, untuk menghindari dia dari cedera,” kata Yudi Atmika.
Selain itu, status Desak Rita yang notabene juara dunia dan juga peraih emas Asian Games baru-baru ini nantinya bisa mendongkrak prestasi di kategori beregu.
Hanya saja, FPTI Bali tak muluk-muluk soal target dan harus dapat medali. Yang terpenting bagi pihaknya adalah meraih tiket lolos ke PON XXI sebanyak-banyaknya. “Jadi total 20 atlet itu adalah full tim, 10 putra dan 10 putri,” jelasnya.
Ke 20 atlet itu yakni untuk putra ada IGN Bayu Segara, Himalaya, I Gede Karunia Adityavardana, Samudera Setiadji Putra, Gede Riasa, Julianto Prasetyawan, Muhammad Yusuf Islami, Askar Bhakti Manggala, Wisnu Wahyu Golden, dan Julio Fernando Sapulete.
Sedangkan putri ada nama Desak Made Rita Kusuma Dewi, Ni Komang Ayu Suartini, Ni Made Diantari, Ni Luh Jelita Damawati, Ni Made Rai Anggraeni, Indie Maharanee, Ni Made Maylia Ardani Putri, Kadek Adi Aseh, Desak Nyoman Widaningsih, serta Ni Kadek Ayu Dwi Cintya Pratiwi.
“Jumlah atlet yang kami kirim itu sesuai kuota provinsi masing-masing. Para atlet berdasarkan penjaringan mulai Porsenijar, Porprov Bali dan kejuaraan open. Dari sekian kegiatan kami undang 39 atlet untuk melakukan TC Sentralisasi selama sebulan yang dilakukan mandiri oleh FPTI Bali,” imbuhnya.
Sementara pendamping mereka di BK PON nanti adalah manajer I Putu Dhastika Maya, pelatih kepala Suhardi Eka Prasetya dan pelatih lainnya seperti Andi Saputro, Dani Hamdani, Galih Perdana, Saron Riahdo, dan Budi Setiadji Putra. BWN-06

































