Abiansemal, baliwakenews.com
Mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal, tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Subak Taman Dalam Penerapan Teknologi Pembuatan Kompos Trichoderma Untuk Pengendalian Penyakit Dan Meningkatkan Produksi Padi”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 8 Juni 2025, bertempat di Subak Taman, Desa Taman, Kec. Abiansemal, Kab. Badung, Bali.
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 15 anggota Subak yang diketuai oleh Nyoman Nyana. Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian Ir. A.A. Sagung Putri Risa Andriani, M.Si, menyampaikan bahwa penggunaan kompos yang diperkaya dengan jamur Trichoderma merupakan salah satu teknologi ramah lingkungan yang terbukti efektif dalam mengendalikan penyakit tanaman, khususnya penyakit akar dan busuk batang pada tanaman padi. Ketua Tim yang didampingi anggota yaitu Ir. Ni Ketut Sri Rukmini, MP dan Ir. Ni Ketut Mardewi, MP juga menyumbangan bahan dan alat pembuatan pupuk kompos Trichoderma. Sumbangan bahan dan alat ini diharapkan mampu merangsang mitra untuk memproduksi pupuk kompos Trichoderma.
Desa taman adalah sebuah desa atau kelurahan di wilayah Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung yang terdiri dari 3 desa adat dan 11 banjar dengan mata pencahariannya sebagian besar petani, dengan lahan pertanian yang luas sebagian besar ditanami dengan padi. Jarak dari Denpasar ke lokasi mitra yaitu ± 30 km. Kelompok petani tersebut membentuk organisasi Subak. Subak adalah sistem pengairan tradisional yang digunakan oleh masyarakat Bali untuk menanam padi dan palawija. Subak merupakan organisasi masyarakat adat yang mengatur sistem irigasi secara gotong royong.
“Permasalahan yang dihadapi Subak Taman yaitu tanah sawah yang bersifat asam ( pH=5). Hal ini disebabkan karena penanaman padi yang terus menerus tanpa diselingi palawija atau dikosongkan (bera),” ujar Sagung Putri Risa Andriani.
Selain itu, adanya serangan penyakit pada tanaman padi yang disebabkan jamur pathogen. Terlalu sering menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia sehingga menyebabkan kualitas tanah menurun dan patogen menjadi resisten. Oleh karena itu, tim PKM memberikan solusi penggunaan trikokompos untuk mengatasi masalah yang dihadapi anggota subak taman sehingga mampu meningkatkan produksi padi.
“Pupuk kompos Trichoderma menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dengan konsep pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara alami, untuk mendapatkan budidaya tanaman yang sehat dan terbebas dari penyakit (khususnya penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur patogen) kita dapat menggunakan pupuk Tricho Kompos,” paparnya.
Pupuk ini adalah pupuk yang dibuat dengan memanfaatkan agen hayati berupa Trichoderma sp. di dalam campurannya. Pupuk Tricho Kompos mempunyai banyak manfaat, yaitu dapat mencegah/mengurangi penyakit yang menyebar dari dan di tanah, memperbaiki struktur dan tekstur tanah serta meningkatkan kualitas dan kesuburan tanah.
“Kegunaan lain dari pupuk kompos Trichoderma adalah pembenahan tanah, menjaga keseimbangan mikroba tanah, memberi nutrisi pada tanaman, mengendalikan patogen tular tanah dan menyuburkan tanah. Berdasarkan hasil penelitian, pupuk kompos Trichoderma dapat menekan cendawan patogen sebesar 98,53%,” pungkasnya.
“Informasi selengkapnya dapat dilihat pada website www.warmadewa.ac.id”. BWN-03
































