Ereksi Terlalu Lama Bisa Sebabkan Nyeri Testis, Ini Penjelasan Ahli

Iklan Home Page

Jakarta, baliwakenews.com – Ereksi yang berlangsung terlalu lama tanpa pelepasan atau ejakulasi dapat menyebabkan rasa nyeri di area testis, kondisi yang dalam istilah populer disebut sebagai “blue balls.” Meski tidak tergolong kondisi medis serius, keluhan ini sering menimbulkan kekhawatiran di kalangan pria muda.

Dokter spesialis urologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Arif Wicaksono, Sp.U, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena peningkatan aliran darah ke organ genital saat pria terangsang secara seksual.

“Saat gairah seksual meningkat, aliran darah ke penis dan skrotum meningkat tajam. Bila tidak ada ejakulasi, maka darah akan tertahan lebih lama di daerah tersebut dan menyebabkan tekanan. Ini yang memunculkan rasa nyeri atau tidak nyaman pada testis,” ujar dr. Arif saat dihubungi, Selasa (7/5).

Baca Juga:  Atlet Internasional Berprestasi Asal Buleleng, Mendapat CSR dari BPD Bali

Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai vasocongestion atau kongesti vaskular. Literatur dari Cleveland Clinic, sebuah pusat kesehatan terkemuka di Amerika Serikat, menyebut bahwa rasa nyeri biasanya tidak berlangsung lama dan dapat mereda dengan sendirinya, terutama setelah ejakulasi atau jika rangsangan seksual dihentikan.

Baca Juga:  Pasar Badung Dirancang Jadi Percontohan SOP Pedulilindungi di Pasar Rakyat

“Blue balls bukan sesuatu yang berbahaya. Namun, kalau keluhan nyeri testis tidak mereda dalam beberapa jam atau justru makin parah, bisa jadi ada penyebab lain yang lebih serius, seperti torsio testis atau infeksi epididimis,” lanjut dr. Arif.

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat ereksi yang tertahan, beberapa langkah yang dianjurkan antara lain: mengalihkan perhatian dari rangsangan seksual, melakukan aktivitas fisik ringan, atau mengompres area testis dengan air dingin.

Baca Juga:  Pramuka Kwarda Bali Programkan Cuci Tangan Hadiah

Dr. Arif juga menekankan pentingnya edukasi seksual yang benar agar masyarakat tidak keliru mengartikan kondisi ini.

“Banyak mitos yang beredar soal ini, seperti anggapan bahwa pria bisa ‘keracunan sperma’ kalau tidak ejakulasi. Itu tidak benar. Edukasi soal fungsi seksual dan respons tubuh sangat penting agar masyarakat bisa menyikapi kondisi seperti ini dengan tepat,” tutupnya. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR