Di Balik Ledakan Pariwisata, Perumdam Tirta Mangutama Berjuang Amankan Kebutuhan Air di Kutsel

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Pembangunan kawasan pariwisata yang masif di Bali, khususnya di Kuta Selatan (Kutsel), tak hanya membawa dampak positif pada ekonomi, tapi juga memicu lonjakan kebutuhan air bersih. Tantangan itulah yang kini dihadapi Perumda Air Minum Tirta Mangutama dan menjadi alasan kuat di balik kolaborasinya dengan Bank Dunia (World Bank) dalam penyusunan rencana bisnis air bersih hingga 2045.

Dengan hotel, vila, dan restoran yang terus bermunculan, kebutuhan air di wilayah ini naik drastis. Data menunjukkan, meski Tirta Mangutama telah menambah pasokan air hingga 250 liter per detik dan memperbaiki jaringan distribusi, kapasitas itu belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan konsumsi.

Baca Juga:  Semangat Dukung Suyasa Ke Badung 1, PK Abiansemal Berikan Kenang-kenangan

“Perkembangan akomodasi wisata sangat cepat, sementara suplai yang kami tambah belum bisa mengejar,” ujar Direktur Utama Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa, Senin (17/11/2025).

Selama enam bulan ke depan, Tirta Mangutama bersama tim World Bank akan menyusun proyeksi kebutuhan air hingga 2045. Rencananya mencakup analisis penggunaan air di masa depan, identifikasi potensi sumber air baru, dan kebutuhan investasi.

Baca Juga:  Ketua TP. PKK Badung Hadiri Lomba Masak Ikan dan Serahkan Bantuan Pada Masyarakat 

Pentingnya kajian ini bukan hanya untuk pelaku pariwisata, tetapi bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Dengan tata ruang baru dan rencana pembangunan jalan lingkar, kawasan permukiman dan bisnis baru akan membutuhkan pasokan yang lebih besar.

Suyasa menekankan, sering kali perencanaan pusat dan kebutuhan daerah tidak selaras, sehingga terjadi ketimpangan antara pasokan dan permintaan. Melalui penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (Rispam) bersama pemerintah pusat dan World Bank, Tirta Mangutama ingin memastikan semua elemen direncanakan dengan baik sejak awal.

Baca Juga:  Ketua Dewan Dukung Langkah Bupati Badung

“Air adalah hajat hidup orang banyak. Apa pun perkembangan wilayahnya, Perumdam tetap harus memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Di balik strategi teknis dan investasi besar ini, kesadaran masyarakat untuk menggunakan air dengan bijak juga memegang peranan penting. Edukasi publik diperlukan untuk mengurangi pemborosan dan menjaga keberlanjutan sumber air. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR